PT Muhammadiyah Adakan Seleksi di Thailand

YALA,KRJOGJA.com – Sebanyak 110 calon mahasiswa asal Thailand mengikuti seleksi masuk Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) di Yala Thailand Selatan. Seleksi dilakukan melalui wawancara langsung terhadap mereka yang sudah lulus tes administratif yang dilakukan Southern Border Province Administration Center (SBPAC) Thailand.

"Seleksi ini sudah yang ke-9 kali kita lakukan. Semula hanya melibatkan 13 PTM. Sekarang sudah 18 PTM. Total sudah ratusan mahasiswa Thailand yang dididik di Perguruan Tinggi Muhammadiyah. Sebagian sudah lulus," kata Ketua Kantor Urusan Internasional PTM Ida Puspita, Kamis (4/5). Seleksi diadakan di Kantor SBPAC Yala. Saat seleksi hadir juga Dikrektur Kerja Sama SBPAC Teeruth Supawiboonpol dan Wakil Ketua Majelis Pendidikan Tinggi dan Penelitian Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah Prof Edy Suandi Hamid.

Disampaikan Edy, adanya kerja sama ASEAN dalam Masyarakat Ekonomi Eropa (MEA) akan semakin membuka pasar intra ASEAN dalam bidang Pendidikan Tinggi ini. Selama ini kita lebih banyak menjadi pasar bagi negara lain. "Muhammadiyah yang sejak awal berdirinya sudah berkhikmat di bidang pendidikan, melakukan ekspansi juga ke mancanegara. Beberapa tahun terakhir ini kita secara khusus ke Thailand. Ke depan akan banyak negara yang kita garap," ujarnya.

Selama ini menurut Edy, mahasiswa asing dari berbagai negara Asia, Australia, Amerika, sudah menyebar di banyak PTM. "Namun jumlahnya masih terbatas, dan ini mereka datang secara individual. Belum didesain secara khusus seperti yang di Thailand," tambahnya.

Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah juga aktif mengikuti pameran-pameran pendidikan di luar negeri dan Agustus nanti ikut pameran pendidikan di Songkhla, Thailand Selatan. Untuk masuk lebih jauh pasar ASEAN dalam bidang pendidikan, Muhammadiyah bahkan sudah punya gagasan untuk mengakuisisi Perguruan Tinggi di wilayah ASEAN. "Tapi itu masih dilakukan kajian mendalam," tambahnya.

Dalam kunjungan tersebut dibahas rencana perluasan kerja sama dengan mengubah MoU yang sudah ditandatangani sembilan tahun lalu. Pembahasan dilakukan dengan Deputi Sekjen SBPAC Somkeart Ponorayoon. Direncanakan kemungkinan memperluas cakupan provinsi yang semula hanya lima provinsi menjadi 14 provinsi. Mahasiswa yang diterima juga tak hanya yang beragama Islam, tetapi juga yang beragama lain, seperti Budha yang merupakan agama mayoritas di Thailand.

"Kita tunjukkan bahwa Perguruan Tinggi Muhammadiyah bersifat inklusif dan mendidik siapapun yang ingin belajar, apapun keyakinannya. Di Papua dan NTT, lebih 80 persen mahasiswa PTM adalah nonmuslim," kata Edy Suandi Hamid.(Fsy)

BERITA REKOMENDASI