Saatnya Santri Jadi Influencer Hidup Sehat di Tengah Masyarakat

TASIKMALAYA, KRJOGJA.com – Menteri Kesehatan (Menkes) Nila F. Moeloek meminta peran aktif masyarakat mencegah penularan penyakit tuberkulosis (TB). Salah satunya lewat para santri yang menempuh pendidikan di pondok pesantren agar bisa memiliki pengaruh untuk kehidupan yang lebih sehat.

"Sebenarnya tuberkulosis bisa untuk diobati dan sangat potensial kalau para santri bisa menjadi influencer atau yang memengaruhi dalam merespons isu kesehatan ini," kata Nila dalam Puncak Peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia 2019 di Pondok Pesantren Cipasung, Tasikmalaya, Jawa Barat.

Hidup bersih merupakan salah satu upaya mencegah penyakit menular seperti tuberkulosis adalah dengan hidup bersih. Dalam agama Islam, kata Nila, praktik menjaga kebersihan terlihat ketika seseorang melakukan wudu.

"Kalau sebelum salat kan wudu. Wudu kan mulainya dengan cuci tangan," kata Nila.

Menurutnya, hal seperti ini juga bisa dilakukan ketika sebelum makan. Ada banyak kuman di tangan sehingga, dengan mencuci tangan akan menghilangkan kuman bakteri.

Dalam wudu, salah satu aktivitas lain yang dicontohkan Nila adalah dengan berkumur. Ini menjadi contoh untuk menjaga kebersihan mulut seperti sikat gigi.

"Itu kan sudah diajarkan," kata Nila kepada para santri yang hadir dalam peringatan tersebut.

Tidak hanya itu, kegiatan seperti cuci hidung dan muka juga punya manfaat dalam pencegahan penyakit serta menjaga kebersihan diri sendiri. "Jadi memang betul, (membersihkan) rambut, telinga, kaki semuanya ada di ajaran agama artinya kebersihan," kata Nila menambahkan.(*) 

BERITA REKOMENDASI