Sekolah Harus Jaga Kerahasiaan Soal Ujian

JAKARTA, KRJOGJA.com – Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) tidak lagi membuat panduan untuk pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) mulai tahun ini. Keputusan merupakan tindak lanjut kebijakan dikembalikannya kewenangan menggelar ujian sekolah sepenuhnya kepada satuan pendidikan atau sekolah.

Kebijakan tersebut merujuk pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 43/2019 tentang tentang Penyelenggaraan Ujian yang Diselenggarakan Satuan Pendidikan dan Ujian Nasional yang ditandatangani Mendikbud 10 Desember 2019.

“Merujuk Permendikbud 43/2019 tersebut, maka BSNP tidak lagi membuat panduan untuk pelaksanaan USBN,” demikian Ketua BSNP, Abdul Mu’ti di Jakarta, Selasa, (21/1  2020.

Sementara itu, Doni Koesoema A, anggota BSNP mengatakan, momen penghapusan USBN harus menjadi ruang untuk memperkuat kepercayaan publik pada guru dan sekolah. 

“Pak Nadiem Makarim memberikan kepercayaan pada satuan pendidikan untuk menyelenggarakan ujian.  Karena itu, kepercayaan ini jangan sampai disalahgunakan,” ujar Doni. 

Satuan pendidikan perlu menjaga kerahasiaan soal-soal ujian dan mengembangkan berbagai metode ujian untuk menumbuhkan semangat belajar peserta didik secara kontekstual.

Sebelumnya, BSNP menerbitkan Prosedur Operasi Standar Ujian Nasional (POS UN) baru. POS UN ini, merupakan revisi dariPOS UN sebelumnya yang sudah diumumkan ke masyarakat sejak November tahun lalu. 

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim memastikan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) akan menjadi Ujian Sekolah di 2020 dan penyelenggaraan ujian dikembalikan sepenuhnya kepada sekolah. Tidak ada lagi titipan soal jangkar, bahkan sekolah diberi kebebasan menentukan bentuk penilaian untuk kelulusan siswa.
 
"Untuk 2020 USBN itu akan diganti, dikembalikan kepada esensi undang-undang Sisdiknas Sistem Pendidikan Nasional), kepada semua sekolah untuk menyelenggarakan ujian kelulusannya sendiri," kata Nadiem ketika menyampaikan Empat Kebijakan Pendidikan "Merdeka Belajar".(ati)

BERITA REKOMENDASI