Sekolah Penentu Siswa Daftar SNMPTN

JAKARTA, KRJOGJA.com – Sekolah yang menentukan siswa  bisa daftar SNMPTN  2020.

Demikian Wakil Ketua Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) 
Mohamad Nasih, saat Konferensi Pers Peluncuran Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru PTN 2020, di Jakarta.

Menurutnya Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) menerapkan aturan baru dalam Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru di Perguruan Tinggi Negeri (PTN).  Utamanya regulasi dalam jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Yakni kewenangan menentukan siswa yang eligible (memenuhi syarat) mendaftar di "jalur undangan".

Dia menjelaskan kewajiban sekolah kini tak hanya sekadar mengunggah data nilai rapor siswa di Pangkalan Data Siswa dan Sekolah (PDSS) seperti pada tahun-tahun sebelumnya. 
 Kini sekolah juga diminta langsung melakukan pemeringkatan untuk memenuhi kuota pendaftaran SNMPTN yang ditetapkan berdasarkan status akreditasi sekolah.

“Tahun ini kuota di masing-masing akreditasi SMA ada penentuan peringkat siswanya dan diserahkan sepenuhnya ke sekolah,” kata Nasih 

Untuk kuota jumlah siswa masing-masing sekolah yang berhak mendaftar SNMPTN berbeda-beda, tergantung pada status akreditasi sekolah. Di antaranya sekolah berkreditasi A mendapatkan kuota sebanyak 40 persen, akreditasi B (25 persen) dan sekolah akreditasi C (5 persen). Serta yang lainnya adalah 5 persen yang merupakan siswa terbaik di sekolahnya. 

“Sekolah harus sejak awal menentukan 40 persen itu siapa saja nama siswanya dan lain-lain, itu dilakukan oleh sekolah. Membentuk tim juga itu keputusan sekolah. Dasarnya mereka yang masuk dalam kategori ranking sebagaimana kuota yang telah ditetapkan,” ujar Nasih.

LTMPT tidak berhak lagi menentukan nama-nama siswa yang boleh mendaftar masuk SNMPTN. Sepenuhnya diserahkan kepada sekolah untuk menyeleksi siswanya berdasarkan peringkat di PDSS.
Sebab menurut Nasih, sekolah adalah pihak yang paling tahu proses dan kondisi siswa. "Kami hanya menerima dokumen administrasi dan angka yang sama, serta lainnya. Sehingga tentu kami memerlukan bukti dan kondisi riil dan peringkat siswa di sekolah,” tutur rektor Universitas Airlangga ini.

Siswa yang telah dinyatakan memenuhi syarat dan masuk dalam pemeringkatan diminta melakukan pendaftaran SNMPTN pada jadwal yang telah ditentukan.  Setiap siswa dapat memilih paling banyak dua PTN.

"Pendaftar juga dapat memilih paling banyak dua program studi dalam satu PTN atau masing-masing satu prodi dalam dua PTN.  Khusus untuk peserta yang memilih program studi Bidang Seni dan Olahraga untuk mengunggah portofolio yang sesuai dengan bidang pilihannya," imbuh Nasih. 

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meluncurkan secara resmi Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tahun 2020. Ada tiga jalur yang disediakan untuk penerimaan mahasiswa baru tahun 2020, yaitu Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), dan Seleksi Mandiri.
 
Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Dirjen Belmawa) Kemendikbud, Ismunandar mengatakan, bahwa untuk jalur SNMPTN menyediakan kuota minimum sebesar 20 persen dari total daya tampung PTN. Kemudian untuk SBMPTN kuota minimum 40 persen. (Ati)

BERITA REKOMENDASI