Sekolah Sambut Baik Kurikulum Darurat

Lilik mengaku, sebelum diterbitkan Kurikulum Darurat ini cukup kewalahan dalam mengejar target pembelajaran yang mengacu pada Kurikulum 2013. “Kami menyambut baik kurikulum darurat ini. Otomatis targetnya lebih sederhana. Dengan adanya penyederhanaan, KD bisa tersampaikan ke siswa dan siswa juga memahami,” tandasnya.

Sementara Kepala SMPN 2 Pakem Triworo Setyaningsih mengaku sudah meminta para guru mencermati KI dan KD dari Permen tersebut. Sekolah akan menyesuaikan materi-materi dari KD Kementerian tersebut, meski kurikulum mengacu pada Kurikulum 2013 tapi disederhanakan. “Selama sekolah daring, jam belajar dikurangi 30 menit perjamnya. Sebelumnya pembelajaran total selama jadi 38 jam sekarang jadi 30 jam,” paparnya.

Dengan kebijakan Kementerian ini, pihak sekolah tidak terbebani dengan banyaknya KD yang diberikan ke siswa. Untuk penyederhanaan kurikulum ini misalnya di pelajaran IPS, materi yang dikurangi yang bisa diterapkan di kehidupan para siswa sehari-hari. “Misalnya dalam materi prinsip ekonomi di pelajaran IPS. Hal ini kan sudah mereka terapkan dalam keseharian siswa,” imbuh Triworo. (Aha)

BERITA REKOMENDASI