Serapan Anggaran ‘Ayo Kembali ke Sekolah’ Belum Optimal

YOGYA (KRjogja.com) – Kucuran dana sebesar Rp 6 miliar setiap tahunnya bagi program 'Ayo Kembali Ke sekolah' di DIY belum terserap optimal. Program yang digulirkan sejak 2012 lalu ini apabila anggarannya tidak terserap maksimal akan dipakai untuk mendanai siswa yang rawan putus sekolah.

Kondisi tersebut diakui Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Kadarmanta Baskara Aji saat ditemui di Bangssal Kepatihan, Kamis. (18/8/2016). Program 'Ayo Kembali Ke Sekolah' ini memang dianggarkan Rp 6 miliar setiap tahunnya.

"Program ini kami utamakan yang sudah masuk, tetapi kalau nanti sisa dan yang masuk tidak banyak bisa dipakai untuk mendanai yang rawan putus sekolah," kata Aji.

Aji mengatakan prosedur untuk mengikuti program tersebut cukup sederhana yang diperuntukan bagi anak yang tidak bersekolah dan masih diusia sekolah. Kepala Sekolah yang bersangkutan nantinya yang akan mengajukan klain biaya ke pihaknya.

"Pokoknya anak itu tidak sekolah dan masih usia sekolah masukan saja, misalkan usia SMA maukan saja SMA yang penting disekoah terebut masih ada kursi-nya. Kepala Sekolahnya yang klaim ke kami bukan dari orangtuanya karena yang menerima sekolah," ungkapnya.

Lebih lanjut Aji menjelaskan penyebab serapan anggaran tidak banyak karena pihaknya susah mencari anak di luar sekolah dan sebagaian anak-anak di DIY sudah bersekolah . Justru pihaknya lebih mudah mendapatkan anak yang  rawan putus sekolah,

"Hanya 0,02 persen atau 12 hingga 20 anak yang putus sekolah di DIY setiap tahunnya. Sedangkan siswa yang rawan putus sekolah ada 12 ribuan yang rata-rata karena kesulitan ekonomi sehingga tidak mampu sekolah," tandas Aji. (R-4)

BERITA REKOMENDASI