Siswa Bawa Tas Berat dan Banyak PR Sudah Tak Relevan?

SEMARANG, KRJOGJA.com – Kebijakan Mendikbud Nadiem Makarim menghapus Ujian Nasional alias UN di sekolah, dan menggantinya dengan asesmen kompetensi, mendapat dukungan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Ganjar Pranowo menyatakan, Jawa Tengah siap menjadi daerah yang pertama menerapkan regulasi tersebut.

“Saya mengikuti terus rapatnya Mas Nadiem, menarik. Kalau itu mau diterapkan, Jawa Tengah siap jadi yang pertama,” kata Ganjar di Semarang, beberapa waktu lalu.

Ganjar mengatakan, wajar jika masih ada sebagian orang mengkritik rencana kebijakan Nadiem menghapuskan UN.

Namun, menurut Ganjar, apa yang dilakukan oleh Nadiem adalah perubahan yang mengikuti perkembangan zaman di era disrupsi.

Ganjar menilai sistem belajar yang memberikan banyak PR sehingga membuat anak stres dan harus membawa tas berat karena membawa banyak buku, sudah tidak relevan dengan perkembangan sistem pembelajaran dan dunia kerja saat ini.

Ganjar mengatakan perubahan kebutuhan sumber daya manusia dan perubahan profesi yang ada sekarang harus diikuti oleh perubahan sistem pendidikan.

Mendikbud Nadiem Makarim menyatakan akan menghapuskan UN di sekolah dan menggantinya dengan asesmen kompetensi untuk menilai nalar siswa di bidang bahasa, matematika, dan survei karakter.

Ujian Nasional akan dilakukan untuk terakhir kalinya pada 2020 dan akan dihapuskan pada 2021. Rencana penghapusan UN ini juga menuai banyak pro dan kontra dari berbagai kalangan. (*)

BERITA REKOMENDASI