Siswa SMK Muhammadiyah 1 Yogyakarta Tolak Klithih

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Ratusan pelajar SMK Muhammadiyah 1 Yogyakarta menggelar aksi penolakan aksi kekerasan jalanan atau biasa disebut Klithih. Mereka membubuhkan cap tangan berwarna-warni di kain sepanjang sepuluh meter. Aksi tersebut sebagai simbol protes mereka atas maraknya peristiwa kekerasan remaja yang menimbulkan korban jiwa.

Faheem Athar, salah satu siswa kelas X SMK Muhammadiyah 1 Yogyakarta mengatakan aksi klithih meresahkan sebagian warga dan pelajar. Meskipun dirinya pelajar, ia tetap mengecam aksi kekerasan yang dilakukan para pelajar.

“Ya memang meresahkan terlebih usianya sama dengan kami. Kami tetap menolak pergaulan yang bebas dan kedisiplinan sekolah itu penting. Bahkan kalau kami ingin keluar malam, sangat ragu,” kata Faheem.

Sementara itu siswa kelas X yang lain, Siti Aisyah mengecam keras tindakan kekerasan yang dominasi dilakukan oleh para pelajar. Ia mengatakan aksi brutal para pelajar yang belakangan marak terjadi sangat merugikan orang lain yang tidak bersalah.

“Merugikan orang lain, bahkan membahayakan. Jika pelaku tertangkap, masadepannya juga harus berhenti sekolah karena terpaksa mendekam di penjara,” ujarnya.

Waka Kesiswaan SMK Muhammadiyah 1 Yogyakarta, Dewi Retnaningsih menyebutkan ratusan siswa yang membubuhkan cap tangan pada Kamis (13/02/2020) tersebut sebagai simbol kebersamaan dan penolakan terhadap aksi klithih yang meresahkan warga Yogyakarta. Itu semua merupakan inisiatif serta kesadaran para siswa untuk menyatakan menolak aksi tindam kekerasan yang dilakukan pelajar.

“Ini simbol bersatu padunya, satu kata untuk menyatakan tidak pada klithih. Mereka telah memiliki semangat yang sama bahwa menolak aksi kekerasan yang dilakukan pelajar,” tegas Dewi. (*)

BERITA REKOMENDASI