Siswa Terbaik Madrasah Dijamin Masuk PT Tanpa Tes

JAKARTA, KRJOGJA.com –  Sekretaris Dirjen Pendidikan Islam Kemenag, Ishom di Jakarta, Sabtu (24/03/2018) memastikan siswa terbaik hasil madrasah dijamin masuk perguruan tinggi tanpa test.

Dia menjelaskan Kementerian  Agama (Kemenag) menggelar Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN) tingkat Aliyah dan Tsanawiyah secara serentak tahun ini.

"UAMBN jenjang Aliyah akan dilaksanakan 26-31 Maret 2018 diikuti 7.744 madrasah dengan 433.060 peserta, sedangkan UAMBN jenjang Tsanawiyah dilaksanakan 2-6 April 2018 diikuti 16.645 madrasah denga 979.087 peserta," kata Ishom.

Ishom menjelaskan tahun ini Kemenag menawarkan 'hadiah' khusus untuk UAMBN jenjang Aliyah, yakni bagi siswa yang meraih nilai terbaik dapat diterima ke jenjang berikutnya yakni masuk ke Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) seperti UIN atau IAIN pada semua program studi tanpa tes.,ujar Ishom 

Hasil UAMBN bukan penentu kelulusan peserta didik. Kelulusannya ditentukan oleh masing-masing satuan pendidikan dan peserta didik berhak menerima Sertifikat Hasil UAMBN (SHUAMBN). "SHUAMBN menjadi salah satu pertimbangan untuk melanjutkan pendidikan jenjang berikutnya," ungkap Ishom .

Ditambahkan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan dengan mempertimbangkan antara lain siswa harus menyelesaikan seluruh program pembelajaran, memperoleh nilai atau sikap perilaku yang baik, mengikuti UAMBN ,dan mengikuti Ujian Nasional (UN).

Mata pelajaran yang diujikan pada UAMBN jenjang Aliyah dan Tsanawiyah terdiri lima mata pelajaran meliputi Alquran Hadis, Akidah Akhlak, Fiqih, Sejarah Kebudayaan Islam dan Bahasa Arab.

Menurut Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin tahun ini Kemenag memulai mengalihkan fokus pengembangan pendidikan Islam dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) kepada pengembangan madrasah.  Dalam kurun waktu tiga tahun belakangan pihaknya sudah mengalokasikan lebih banyak porsi anggaran untuk membangun PTKIN di Indonesia.

"Tahun 2017 saja, pembangunan sarana prasarana di 32 kampus PTKIN baik Universitas Islam Negeri (UIN), Institut Agama Islam Negeri (IAIN), atau Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN), menelan kebutuhan anggaran hingga Rp 1,05 triliun."

Sementara tahun 2018 ini, kata Lukman anggarannya meningkat menjadi Rp 1,3 triliun untuk membangun fasilitas pendidikan di 34 PTKIN. Seluruh anggaran bersumber dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) yang penerbitannya dikelola oleh Kementerian Keuangan.

"Sekarang sudah cukuplah untuk perguruan tinggi. Kita mulai desan agar SBSN ini untuk bangun madrasah. Angkanya terus diperbesar dari tahun ke tahun. Kita perkuat madrasah kita," jelas Lukman. (Ati)

 

BERITA REKOMENDASI