SMP Muhammadiyah Moyudan Menimba Ilmu di Basarnas

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Berada di wilayah rawan bencana, para pelajar harus memahami segala tanda alam yang ada. Tak hanya itu, tindakan pertama baik penanganan maupun penyelamatan juga harus dikuasai jika suatu saat hal-hal yang tak diinginkan terjadi. Pengetahuan ini harus diberikan sedari awal sehingga para pelajar akan terbiasa dan dapat menerapkannya jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

Hal inilah yang didapat para siswa SMP Muhammadiyah Moyudan saat mengunjungi Kantor Basarnas DIY di Jalan Wates, Sabtu (07/03/2020). Para siswa diberikan pengetahuan tentang bagaiman acara melakukan penyelamatan pertama maupun menyelamatkan diri saat terjadi bencana.

“Para siswa mendapat ilmu langsung dari mereka yang benar-benar menguasai bidangnya. Harapan kami para siswa dapat menguasainya dan menerapkan jika dibutuhkan,” ujar pembina pandu HW Kobilah AR Fachrudin, Nur Hadi SSos IM PdI disela kegiatan.

Dengan memiliki bekal seperti ini, minimal para siswa dapat menyelamatkan dirinya sendiri. Selain itu pengenalan seperti ini baik agar mereka dapat mengetahui dan mengenal alam serta tahu bagaimana cara menyikapinya.

Sementara itu Kepala SMP Muhammadiyah Moyudan, Sudarmono SAg sangat mengapresiasi kegiatan ini. Kunjungan tersebut dikatakannya sebagai pengganti kegiatan luar sekolah yang masih berhubungan dengan kepanduan.

“Cuaca saat ini cepat berubah sehingga sangat mengkhawatirkan jika dilakukan kegiatan yang bersifat alam. Oleh karena itu kami menggantinya dengan seperti ini dengan muatan ilmu yang sama bagi para siswa,” jelasnya.

Kegiatan ini diikuti sekitar 100 siswa SMP Muhammadiyah Moyudan. Para siswa nampak antusias mengikuti perintah para instruktur yang merupakan anggota Basarnas. Para siswa diajarkan bagaimana melakukan tindakan pertama, salah satunya yakni terhadap korban kecelakaan patah tulah. (*)

BERITA REKOMENDASI