Sulap Cangkang Telur Jadi Pembasmi Serangga

CANGKANG telur selama ini oleh sebagian besar masyarakat hanya menjadi limbah semata. Padahal kandungan protein dan kalsium karbonatnya ternyata efektif membasmi serangga. Seperti kecoa, semut, lalat hingga ulat.

Ditangan kreatif pelajar SMAN 1 Sleman, cangkang telur tersebut mereka sulap menjadi obat pembasmi serangga. Selain aman, ramah lingkungan. Tentunya murah. Hasilnya, karya yang diberi nama Natural Anti Insect Spray (NAIS) ini mampu mengantarkan mereka meraih first runner-up dalam Indonesian Student Company Competition (ISCC) yang berlangsung 19-20 Agustus lalu di Jakarta.

Kepada KRjogja.com, tim yang tergabung dalam perusahaan bernam Chrom SC ini menjelaskan alasan membuat obat pembasmi serangga. Rike Heranisa Sholicha selaku VP Production Chrom SC mengatakan, ide awal pembuatannya justru didapat dari lingkungan sekolah mereka. Di sejumlah tanaman yang ada di sekolah, banyak terdapat ulat kecil. Dan bagi mereka itu cukup mengganggu.

“Selain itu juga menjadi masalah sebagian besar masyarakat. Setelah kami berdiskusi bersama tim, akhirnya sepakat membuat obat pembasmi serangga. Tapi harus aman dan ramah lingkungan. Sampai akhirnya kita putuskan menjadi cangkang telur sebagai bahan baku,” katanya.

Proses pembuatannya juga cukup mudah. Cangkang telor tersebut dicuci bersih untuk selanjutnya direbus sampai mendidih selama kurang lebih 20 menit. Setelahnya dijemur seharian dibawah sinar matahari langsung. Setelah kering, cangkang telor tersebut dioven dengan panas 200 derajat celsius selama tiga menit. Selanjutnya ditumpuk menjadi serbuk.

Cangkang telor tersebut mereka dapatkan dari perusahaan kue hingga warung makan sekitar sekolah atau tempat tinggal mereka. Pemilihan cangkang telor sendiri karena didalamnya terdapat protein dan kalsium karbonat. Saat dipanaskan, protein akan beroksidasi menghasilkan racun. Kalsium sendiri bisa mengiritasi serangga.

“Kita juga mencampurkan tembakau karena baunya tidak disuka serangga dan bisa membuat klenger. Sedangkan sirih untuk menetralisir bau,” kata pelajar kelas XI MIA 4 ini.

Untuk satu karung cangkang telor ukuran lima kilogram mampu menghasilkan 45 botol ukuran 200 mililiter. Harga satu botol sendiri dijual Rp 10 ribu untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Dan Rp 15 ribu untuk luar kota.

“Sampai sekarang sudah terjual lebih dari 500 botol. Hanya saja untuk sekarang belum ada rencana memproduksi lagi. Tapi kalau ada masyarakat yang berminat dapat memesan terlebih dahulu,” kata Presdir Chrome SC, Sotyarini Padmarintan. (Atiek Widyastuti H)

 

BERITA REKOMENDASI