Tangkap Mahasiswa saat Demo, Aparat Berlebihan

YOGYA, KRJOGJA.com – ANGGOTA Komisi I DPR RI dari fraksi Gerindra, Andika Pandu Puragabaya mengakui sangat prihatin dan mengecam tindakan represif aparat keamanan (Polri) terhadap para mahasiswa yang melakukan aksi massa di sejumlah wilayah di Indonesia, atas merosotnya nilai rupaiah terhadap dolar pekan lalu.

Andika Pandu juga merasa miris atas tindakan Kepolisian yang telah menetapkan beberapa tersangka yang merupakan aktivis mahasiswa atas tuduhan profokator dalam aksi tersebut. Aksi massa yang digelar oleh para mahasiswa di seluruh Indonesia  sejatinya menjadi wujud bentuk demokrasi dan kontrol terhadap pemerintah yang hidup di ruang demokrasi. Sehingga, apapun alasannya, tindakan represif aparat terhadap aktivis tidak dapat dibenarkan.

"Apapun alasannya, tindakan represif aparat kepolisian terhadap adik-adik mahasiswa yang menyuarakan aspirasi masyarakat, bukanlah tindakan yang dapat dibenarkan. Saya sangat prihatin. Perlu diketahui bahwa kebebasan menyampaikan pendapat adalah hak paling dasar yang diperjuangkan oleh seluruh mahasiswa Indonesia lintas zaman," urai Andika Pandu, Minggu (16/09/2018).

Dia menambahkan, aksi para mahasiswa dalam demo yang menuntut pemerintahan Jokowi agar fokus mengurus negara dan menghentikan laju dolar tersebut dijamin oleh Undang Undang Dasar (UUD). Bukan hanya itu, Indonesia juga sudah meratifikasi Konvensi Internasional tentang Hak-hak Sipil dan Politik yang dituangkan dalam UU Nomor 12 Tahun 2005 tentang Pengesahan International Covenant on Civil and Political Rights, yang dalam Pasal 19 juga menjamin hak menyampaikan pendapat.

"Dengan demikian dapat dinilai, bahwa tindakan represif aparat itu sangat berlebihan dalam menangani aksi mahasiswa,” sambung Andika Pandu. (*) 

BERITA REKOMENDASI