Termuda, Juarai Lomba Menulis Uni Eropa

Have you ever heard the story of a whale who ate plastic? No? Okay well I’m here to tell you the story. Wondering who I am? A human? A whale? Nope, I’m a piece of plastic. Yes, one out of more than thirty pieces of plastics that ended up in the whale’s stomach. I’m here to tell you about my journey from the humans’ hand to newspapers.

KISAH ikan paus yang memakan sampah plastik itu dengan apik diceritakan Putu Ambalita Pitaloka Arsana. Meski baru berusia 12 tahun, Lita – demikian biasa disapa – percaya diri dan fasih bercerita dalam Bahasa Inggris. 

Fiksi imajinatif berjudul ‘Useful at First, Useless After’ karya siswa kelas VII SMPN 4 Pakem Sleman, DIY dinyatakan meraih juara kedua dalam lomba penulisan bertema kelautan yang diselenggarakan Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam bekerja sama Kementrian Kelautan dan Perikanan.

"Kesempatan diberikan kepada Lita, karena merupakan pemenang termuda,” jelas  ayahnya, Dr I Made Andi Arsana dalam siaran pers yang diterima KRJogja.com, Jumat (30/03/2018) pagi. Selain Lita, yang berkesempatan membacakan karyanya di Gedung Cilacap-Semarang Hotel The Heritage Jakarta, Rabu (28/3) malam adalah juara pertama Gabriela Utomo mahasiswa Universitas Petra Surabaya dengan karyanya berjudul ‘2117’. 

Penyerahan hadiah dilakukan Dubes Uni Eropa untuk Indonesia-Brunei Darussalam Ambassador Vincent Guerend dan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti. Meski berdiskusi dengan ayahnya yang Dosen Fakultas Teknik UGM, Lita menuliskan sendiri karyanya langsung dalam Bahasa Inggris.  Kisahnya dijelaskan diambil dalam perspektif berbeda, karena bercerita soal sampah plastic yang membunuh paus. 

“Hanya saya tidak menempatkan diri sebagai manusia atau paus. Saya menempatkan diri sebagai plastic itu sendiri,” jelas Lita, anak pasangan I Made Andi Arsana dan dr Ktut Rentyasti Palupi yang menyebut kemenangan pertama dalam sejarah ini akan terus memacu semangat berkarya.

Kegiatan lomba oleh Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam dimaksudkan mengundang orang muda Indonesia untuk peduli laut. Tulisannya harus fiksi imajinatif mengenai gagasannya tentang laut dengan subtema mengenai perubahan iklim, perlindungan kawasan laut, sampah laut, perikanan lestari, ekonomi biru dan keamanan laut. Karena menjaring kepedulian kaum muda, generasi milenial, usia peserta dibatasi maksimal 26 tahun. (Fsy)

BERITA REKOMENDASI