Transportasi Hambat Penerapan Fullday School

BOYOLALI (KRjogja.com) – Sekolah tingkat SMA/SMK di Boyolali tak menyetujui penerapan konsep fullday school. Kelengkapan fasilitas dan transportasi yang belum memadai menjadi alasan penolakan konsep sekolah sehari penuh tersebut. 

Demikian hasil kuosioner yang disebar oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Boyolali ke seluruh SMA/SMK se-Boyolali. ‎Sekretaris Disdikpora Boyolali, Darmanto, Selasa (20/9) mengatakan, dari 74 SMA/SMK, sebanyak 34 sekolah tak setuju penerapan fullday school di sekolah mereka. Sementara sekolah yang setuju sebanyak 18 sekolah. Sedang 23 sekolah lainnya abstain atau tak memberikan jawaban. 

Kepala Disdikpora Boyolali, Abdul Rahman, menambahkan hasil kuosioner tersebut tak bisa menjadi patokan secara keseluruhan. Karena itu, masih melakukan kajian mendalam serta mencari masukan dari berbagai pihak terkait. "Kajian tak hanya untuk sekolah tingkat SMA, namun juga SD dan SMP. Bila sudah matang, hasil kajian akan diserahkan ke Bupati sebagai masukan pembuatan kebijakan." ‎(R-11)

 

BERITA REKOMENDASI