UMBY Bangun Rumah Produksi Growol di Kulonprogo

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) bekerjasama dengan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) mengembangkan rumah produksi growol di wilayah Dusun Sangon, Kalirejo, Kokap Kulonprogo. Kawasan tersebut bakal dijadikan sentra produksi growol yang bisa menghasilkan setengah ton growol per minggu.

Kepala Dusun Sangon, Sudarman mengatakan rumah produksi ini sebenarnya telah dirintis dari tahun 2013 dan pada awalnya Dusun Sangon hanya mampu memproduksi Growol sebanyak 100 kg per minggu. Beberapa hambatan terjadi dalam proses memproduksi Growol yakni tenaga kerja karena hanya sebagai sambilan.

"Kami juga terbentur ketersediaan bahan pokok pembuatan Growol padahal pengembangan pangan lokal ini ingin terus dilaksanakan," ungkap Sudarman di Dusun Sengon, Kamis (27/07/2017).

Berdasar keluhan tersebut melalui Program Hibah Desa Mitra tahun 2017-2019, UMBY melakukan pembangunan rumah produksi Growol di Dusun Sangon, yang ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Rektor UMBY, Dr Alimatus Sahrah, MSi MM. Tak hanya itu, diresmikan pula nama kelompok pengrajin Growol ‘Buana Mekar’ di bawah  binaan UMBY.

"Kami sangat berharap rumah produksi ini nantinya bisa merekah, berkembang, dan mengharum Kulonprogo di mata nasional bahkan internasional sebagai sentra panganan tradisional Growol. Semoga masyarakat semakin semangat dalam melestarikan Growol," terang Alimatus Sahrah.

Dalam peresmian tersebut hadir pula Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) sekaligus Ketua pelaksana Program Desa Mitra, Dr Ir Bayu Kanetro, MP Sekretaris Desa Kalirejo mewakili Kepala Desa Kalirejo dan perwakilan Kecamatan Kokap, Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo serta masyarakat Dusun Sangon Kalirejo.

Dr Bayu Kanentro mengungkap pembangunan rumah produksi growol ini diharapkan menjadikan proses produksi memenuhi standar sehingga bisa mendapatkan sertifikasi dari pihak terkait seperti dari Dinas Kesehatan, Badan Pengawas Obat dan Makanan serta Majelis Ulama Indonesia. Menurutnya produk turunan Growol seperti beras analog berpotensi dipasarkan secara luas sehingga sertifikasi penting dilakukan.

"Dari penelitian dosen UMBY melalui hibah Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) tahun 2015-2016 Growol telah diformulasi menjadi beras analog dengan merk dagang Rastelo. Rastelo bermanfaat untuk mencegah kegemukan dan diabetes, nah hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan pengrajin growol dan masyarakat masyarakat Kulonprogo pada umumnya," terangnya. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI