Wabah Corona Diharapkan Berakhir, Belajar di Rumah Tak Hentikan Karya

PELAKSANAAN belajar daring (jarak jauh) sudah berjalan lebih dari 10 hari. Banyak dinamika yang terjadi di kalangan siswa, guru dan sekolah. Namun demikian, prosesnya sejauh ini berjalan dengan baik.

Bagi Aurora Magenta, siswa kelas 3 SDN Lempuyangan 1 Kota Yogyakarta, hari-harinya selain menjalankan proses belajar daring, juga melakukan kegiatan kreatif dengan melukis. Salah satu lukisannya adalah mengenai bahaya penyebaran virus Korona.

Kakak dari Zahwa Qonita, siswa TK Lempuyangwangi Yogyakarta ini tidak merasa sepi, karena adiknya juga melakukan hal yang sama. Ikut melukis di saat belajar di rumah.

Namun demikian, Aurora berharap wabah virus Korona ini segera berakhir. Dirinya mdiriny kangen dengan suasana belajar di sekolah. Keakraban bersama teman-temannya, dalam menuntut ilmu selalu terbayang-bayang.

Rindu belajar kembali di sekolah juga dirasakan Roland Putra  Ardan, siswa kelas 1 SDN Karangmojo  IV, putra kedua dari pasangan Ari Suroto dan Nurhayati ini. Meski demikian, ia senang belajar di rumah. “Pokoknya saya semangat sekolah biar pintar dan nanti saya menjadi tentara dan ustad,” katanya.

Lain halnya dengan beberapa siswa SMPN 5 Yogyakarta. Sejumlah siswanya yang ikut Karya Ilmiah Remaja (KIR) ini memanfaatkan waktu belajar di rumah sambil menyelesaikan penelitiannya. Seperti yang dilakukan oleh Astrella Aimee dan Keyla yang melaporkan hasil karya ilmiahnya ke guru pembimbing, Maria Feilka.

“Saat ini, siswa  yang tergabung dalam PIKIR sedang berusaha untuk menghasilkan karya penelitian yang dapat dilombakan dalam Kompetisi Penelitisan Siswa Indonesia (KPSI) tingkat SMP yang diselenggarakan Kemendikbud,” ujar salah satu guru pembimbing KIR SMPN 5 Yogyakarta, Rizky Ardianto.

BERITA REKOMENDASI