Cegah Penyakit Menular Seksual Melalui Edukasi Kesehatan Reproduksi Remaja

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOJA.com – Solusi untuk mengatasi permasalahan kesehatan reproduksi remaja dapat dilakukan dengan edukasi kesehatan. Edukasi kesehatan reproduksi remaja telah dilakukan antara Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta (Unjaya) bekerja sama dengan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kalasan dan lintas sektor di Kecamatan Kalasan, Sabtu (27/03/2021).

Unjaya sebagai mitra Puskesmas Kalasan, berkontribusi untuk melakukan kegiatan primary health care. Ini sebagai program unggulan Program Studi (Prodi) Keperawatan, Fakultas Kesehatan Unjaya, khususnya dalam layanan primer untuk promosi dan pencegahan kesehatan reproduksi remaja.

Kegiatan edukasi kesehatan reproduksi remaja telah dilakukan dengan beberapa remaja Kader Putra Putri Kalasan Sehat Siaga Terpadu (Parikesit). Ketua Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Unjaya Suwarno, MNS. menerangkan bahwa Kesehatan reproduksi remaja sesuatu yang sangat penting.

Para remaja perlu mengetahui terkait anatomi dan fisiologis dasar kesehatan reproduksinya serta permasalahan dan patologi yang kemungkinan akan terjadi. “Jika para remaja tidak melakukan kegiatan promotif dan preventif terhadap kesehatan reproduksinya, maka akan menyebabkan seseorang mengalami permasalahan kesehatan reproduksi dan dapat terganggu aktivitasnya,” ujarnya.

Remaja merupakan generasi unik yang mengalami beberapa perubahan dalam diri remaja, seperti perubahan fisik, psikis dan emosi. Maka dari itu, para remaja diharapkan dapat mengetahui perubahan-perubahan yang terjadi pada dirinya.

Perubahan fisik pada remaja yaitu berhubungan langsung dengan organ seks seperti haid dan mimpi basah. Dan, tanda-tanda seks sekunder meliputi perubahan suara, tumbuh jakun, penis, buah zakar, ereksi, ejakulasi, badan berotot, tumbuh kumis, cambang, tumbuh rambut disekitar kemaluan, dan ketiak.

Sedangkan perubahan sekunder pada remaja putri adalah payudara membesar, pinggul melebar dan tumbuhnya rambut disekitar kemaluan dan ketiak. “Beberapa perubahan fisik tersebut, diharapkan remaja mampu mengetahuinya sehingga bisa mengurangi kecemasan pada remaja,” ungkapnya.

Suwarno menuturkan, Puskesmas Kalasan dalam hal ini bertindak sebagai penanggung jawab dari desa binaan dan memberikan tindakan promotif dan preventif terhadap warga. “Tindakan yang dilakukan oleh Puskesmas adalah dengan memberikan dukungan dan tindakan promotif dan preventif terkait kesehatan reproduksi remaja dan memfasilitasi koordinasi dengan kalurahan, pedukuhan, dan para Kader Parikesit,” imbuhnya.

Selain itu, kontribusi dari Kalurahan Selomartani adalah memberikan tempat pertemuan yaitu Aula Kelurahan Selomartani untuk dijadikan lahan edukasi kesehatan. “Kerja sama lintas sektor dengan pihak di luar dilakukan dengan cara berkoordinasi dengan institusi pendidikan, dan kecamatan di wilayah kerja Puskesmas Kalasan,” jelasnya. (*)

BERITA REKOMENDASI