Daur Ulang Minyak Jelantah Menjadi Sabun Padat

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Tim Dosen Program Studi (Prodi) Teknik Industri Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta yang terdiri dari Reni Dwi Astuti, STP., MT., Annie Purwani, STP., MT., dan Dr. Ir. Tri Budiyanto, MT. melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) UAD periode 2021 di Bank Sampah Bersih Bersama Karanganom, Sitimulyo, Piyungan, Bantul, Yogyakarta, Sabtu (05/06/2021).

Program pengabdian kepada masyarakat ini mencoba membidik ibu-ibu rumah tangga yang berkecimpung dalam Bank Sampah untuk memanfaatkan limbah minyak jelantah menjadi produk yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomis.

Reni menuturkan, minyak jelantah adalah limbah yang hampir ditemui di banyak tempat, baik di hotel berbintang, resto berbintang sampai kaki lima, rumah sakit, dan terutama rumah tangga.

“Namun, belum ada penanganan khusus dari limbah minyak jelantah ini, kebanyakan dibuang di saluran pembuangan semacam kali atau selokan, padahal limbah minyak jelantah tidak berhenti dihasilkan,” ujarnya.

Menurut Reni, limbah minyak jelantah dapat dimanfaatkan dengan cara diubah menjadi sabun padat untuk mencuci tangan. Annie menambahkan, selain dapat mengurangi pencermaran lingkungan, pengolahan limbah minyak jelantah ini harapannya dapat mengurangi pengeluaran rumah tangga dengan tidak perlu membeli sabun.

“Bahkan dapat menjadi pemasukan bagi ibu-ibu rumah tangga yang dikelola dalam bank sampah,” ungkapnya.

Upaya ini, lanjut Annie, juga sebagai bentuk rasa tanggung jawab sebagai pemilik limbah untuk tidak mencermari lingkungan.

Sementara itu, Tri menjelaskan, karena kondisi Pandemi Corona Virus Desease 2019 (COVID-19), proses pelatihan dilaksanakan secara daring melalui Media Whatsapp Group, Minggu (06/06/2021).

Adapun mekanismenya, kata Tri, bahan baku dasar (minyak jelantah) disediakan oleh peserta, sedangkan bahan-bahan tambahan yang diperlukan diserahkan kepada koordinator untuk dibagi.

“Setiap ibu-ibu mendapat bahan untuk mengolah 600 ml minyak jelantah, biasanya dihasilkan 8-10 buah sabun. Panduan diberikan dalam bentuk video tutorial, dengan tim secara aktif memandu diskusi dan pelaksanaan pelatihan,” imbuhnya.

Reni mengapresiasi semangat dan antusias dari para ibu-ibu ini. Mereka mengerjakan dengan mandiri, mengirim foto hasil dan video saat mereka melakukan pembuatan sabun tersebut Minggu (13/09/2021), dan hasilnya sangat bagus. Beberapa video dan proses pelatihan diunggah dalam link youtube https://youtu.be/ucQAh08-bek.

“Dengan media yang ada di rumah ibu-ibu dapat menghasilkan sabun dengan kreasi masing-masing termasuk aroma yang mereka gunakan, ada yang menggunaka minyak sere, esense, dan kopi,” terangnya. (*)

BERITA REKOMENDASI