DLIKES SV UGM Beri Pendampingan Terprogram dan Bakti Sosial Masyarakat Pengasih

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Ditengah pandemi Covid-19 yang hingga saat ini masih terus melanda, masyarakat tetap dituntut untuk selalu waspada terhadap wabah penyakit lain. Salah satunya yaitu wabah demam berdarah dengue (DBD) yang setiap tahun selalu memakan korban. Kondisi pancaroba jelang pergantian musim kemarau ke penghujan patut menjadi perhatian tersendiri karena berpotensi menebarkan wabah penyakit satu ini.

Hal inilah yang dilakukan Departemen Layanan dan Informasi Kesehatan Sekolah Vokasi (DLIKES SV) UGM. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh para dosen, staff dan mahasiswa, DLIKES SV UGM mengadakan kegiatan optimalisasi pencegahan DBD dengan pendampingan terprogram membentuk tim aktif dan pemberian bantuan sosial masa pandemi di Kalurahan Pengasih Kulonprogo.

Ketua tim program pengabdian kepada masyarakat DILKES SV UGM yang dilaksanakan di Kalurahan Pengasih, Dina Fitriana Rosyada SKM MKL mengatakan program ini sudah kali yang ketiga dilaksanakan di Kalurahan Pengasih. Tim yang terdiri dari tim yakni Dina Fitriana Rosyada, Rita Dian P MPH, Sugeng MM, Susilawati MPH dan Dr Nur Rokhman MKom sejak tahun 2019 secara berkesinambungan dalam pengabdian masyarakat memberikan pendampingan mulai dari sosialisasi terhadap bahaya DBD, upaya pencegahan dan pemberantasan, hingga penanaman dan pengolahan tanaman anti nyamuk yakni sereh wangi untuk menjauhkan masyarakat dari nyamuk aedes aegypti.

“Program ini sudah tahun yang ketiga pengabdian masyarakat dilaksanakan di Pengasih. Selama tiga tahun tersebut secara bertahap tim melakukan pendampingan kepada masyarakat,” kata Dina Fitriana Rosyada disela menyerahkan bantuan kepada masyarakat yang diterima Lurah Pengasih, Djoko Purwanto di kantor kalurahan setempat, Kamis (05/08/2021).

Ia mengatakan pada tahun ini akan difokuskan pada pembentukan dan pendampingan terprogram tim aktif cegah DBD dan bakti sosial masa pandemi. Kegiatan pengabdian masyarakat tahun ini dilakukan secara daring dan luring. Pelaksanaan luring seperti halnya yang dilakukan tim pada Kamis (05/08/2021) tim melakukan penyerahan bantuan sosial dengan bentuk barang yag telah disesuaikan kebutuhan masyarakat setempat.

Bantuan yang diberikan DILKES SV UGM bagi masyarakat Pengasih yakni paket baju hazmat alat pelindung diri (APD) bagi relawan pemakaman Covid-19, desinfektan, sabun cuci tangan, masker dan paket sembako (beras, minyak, susu dan lainnya). Dengan bantuan ini diharapkan turut mendukung program pemerintah dalam memberantas Covid-19 di tengah masyarakat.

Pelaksanaan secara daring akan direalisasikan pada minggu berikutnya. Pada kegiatan tersebut akan dimulai dengan pembentukan tim aktif cegah DBD yang terdiri dari beberapa bagian kordinator meliputi kordinator juru pemantau jentik (jumantik), kordinator alat pengolahan sereh wangi dan kordinator tanaman anti nyamuk.

Pembentukan tim dimaksudkan agar kordinasi pihak tim pengabdian masyarakat SV UGM dapar berjalan efektif dan efisien dalam mendampingi program pengabdian secara berkelanjutan. Tim yang akan bertanggungjawab sebagai kordinator jumantik bertugas membantu pelaksanaan program 1 rumah 1 jumantik secara kontinyu hingga pada pelaporan jumantik.

Target dari program ini yakni dalam satu keluarga akan memiliki seorang jumantik yang secara berkala melaporkan pantauannya kepada ketua kelompok masing-masing dibawah pengawasan pihak DLIKES SV UGM, kalurahan dan puskesmas setempat. Pada tim yang akan bertanggungjawab sebagai kordinator tanaman antinyamuk dan alat pengolahan akan diberikan bantuan alat pengolahan sereh wangi yang dapat digunakan di skala rumah tangga.

Tahun 2019 telah diberikan alat pengolahan sereh wangi yang berukuran besar oleh tim dosen Rita Dian, namun alat tersebut hanya bisa digunakan dalam produksi skala besar dan pengoperasiannya perlu banyak orang sehingga kurang sesuai dengan kondisi pandemi seperti ini. Maka tahun ini akan diberikan beberapa alat yang dapat digunakan skala rumah tangga.

Alat tersebut digunakan untuk produksi sabun maupun spray dengan bahan dasar sere wangi. Aroma sere wangi menurut penelitian yang dilakukan mampu mengusir nyamuk sehingga hal ini dapat menjadi bagian dalam upaya memberantas mewabahnya DBD di tengah masyarakat.

“Akan ditindaklanjuti dengan daring minggu depan. Jangan sampai mencegah Covid-19 tetapi lingkungan rumah tidak diperhatikan sehingga bisa terkena DBD. Apalagi rumah sakit saat ini penuh, jangan sampai masyarakat masuk rumah sakit karena DBD dan saat pulang justru tertular Covid-19,” terangnya.

Dina Fitriana Rosyada menjelaskan jika nantinya produksi itu sudah tercapai maka program akan merambah pada pemasaran. Dari program pengabdian kepada masyarakat ini ia berharap Kalurahan Pengasih dapat ‘zero’ kasus DBD dan nantinya menjadi sentra produksi sabun dan spray sereh wangi di Kulonprogo maupun DIY.
Sementara itu Lurah Pengasih, Djoko Purwanto mengatakan program yang dilakukan DILKES SV UGM dengan pengabdian bagi masyarakat sangat bermaanfaat bagi warganya. Saat ini Pengasih telah memiliki kader jumantik bahkan hingga tingkat RT.

Djoko Purwanto menuturkan kasus DBD di Kalurahan Pengasih tergolong tinggi sehingga membutuhkan perhatian bersama. Ia berharap tahun ini kasus tersebut dapat menurun seiring dengan kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat.

“Tiga area yang cukup tinggi kasus DBD yakni Padukuhan Serut, Pengasih dan Dayakan. Wilayah tersebut memiliki mobilitas masyarakat yang tinggi dan penduduknya cukup padat. Dengan program yang kami lakukan bersama tim dari UGM ini diharapkan kasus DBD di wilayah kami dapat berkurang,” terangnya. (Van)

BERITA REKOMENDASI