Dosen UAD Beri Pelatihan Pemadaman Kebakaran di Taman Wisata Tebing Breksi Sleman

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Lingkungan sekitar kita sering ditemukan kondisi dan situasi yang memungkinkan terjadinya kebakaran yang datang tiba-tiba dan tak terduga. Potensi kebakaran terjadi karena Taman Wisata Tebing Breksi memiliki aktivitas pada beberapa lokasi yang dapat mengakibatkan risiko terjadinya kebakaran.

Contohnya berupa kegiatan memasak didapur pada beberapa lokasi kuliner, instalasi listrik, kendaraan bermotor dan potensi bahaya kebakaran lainnya. Oleh karena itu, tim program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta mengadakan kegiatan Pelatihan Pemadaman Kebakaran di Taman Wisata Tebing Breksi, Sleman, yang bertujuan agar para pekerja memiliki keterampilan memadamkan kebakaran dengan metode sederhana serta mengetahui dengan teknik menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

Tim pengabdian kepada masyarakat terdiri dari Machfudz Eko Arianto, SKM., M.Sc (ketua), Muchamad Rifai, SKM, M.Sc (anggota) dan Helfi Agustin, SKM., MKM (anggota) dan mahasiswa FKM terdiri dari Ade Gunawan dan Nur Azmi. Dalam pelaksanaan pelatihan Tim PKM bekerja sama dengan Pusat Studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (PSK3) Universitas Ahmad Dahlan (UAD).

Menurut Kholiq Widiyanto selaku ketua pengelola Taman Wisata Tebing Breksi, saat memberikan sambutan pembukaan pelatihan bahwa pihaknya memberikan apresiasi yang tinggi dan merespon positif pelatihan pemadaman kebakaran yang diselenggarakan oleh tim dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan. Hal ini dikarenakan pelatihan kebakaran sangat penting bagi pengelola untuk memelihara asset mereka dan melindungi wisatawan.

Dengan acara ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan bagi karyawannya dalam menggunakan alat pemadam api ringan dengan benar. Kegiatan pelatihan pemadaman kebakaran yang dilaksanakan pada hari Senin, 12 April 2021 pukul 08:00-16:00 WIB. Acara ini dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan sangat ketat di lokasi ruang terbuka.

Acara diawali dengan terlebih dahulu melakukan self assessment peserta, pengaturan jarak tempat duduk kursi sehingga setiap peserta menjaga jarak, setiap peserta juga diwajibkan menggunakan masker, konsumsi disediakan dalam bentuk box untuk masing-masing peserta, pengisisan pre-test, post-test dan presensi menggunakan mobile phone/gadget masing-masing.

Machfudz Eko Arianto mengungkapkan, dampak ekonomi yang dihasilkan dari pelatihan ini berupa perlindungan asset usaha (bangunan, SDM, nama baik) dari kerugian kebakaran. Ilmu Keselamatan dan Kesehatan Kerja merupakan bagian dari ilmu kesehatan masyarakat yang secara pragmatis berfungsi sebagai upaya preventive, promotive dan protective untuk kepentingan kesehatan masyarakat.

“Dampak sosialnya adalah meningkatnya rasa tanggung jawab pekerja terhadap pekerjaannya sehingga secara tidak langsung dapat mempengaruhi produktifitas pekerja serta keberlangsungan produktifitas usaha wisata di Taman Wisata Tebing Breksi,” ujarnya. (*)

UAD

BERITA REKOMENDASI