Dosen UAD Inisiasi Madrasah Integritas di Taman Pendidikan Al Quran

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Nilai-nilai integritas seperti nilai kejujuran, tanggungjawab dan peduli sangat penting diajarkan sejak dini. Nilai tersebut bisa tertanam dalam diri anak asalkan ada contoh keteladanan dari orangtuanya di rumah.

Ini mengingat rumah adalah madrasah pertama yang mengajarkan nilai-nilai kebaikan dan adanya kurikulum di lembaga pendidikan seperti di Taman Pendidikan Al Quran (TPA). Terlebih, di dalam agama islam nilai-nilai integritas itu diajarkan dan dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Hal itu mendorong Dosen Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Suyitno, M.Pd. untuk melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang bertajuk ‘Madrasah Integritas’. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan tentang pentingnya integritas dalam membangun budaya antikorupsi yang harus dilakukan sejak dini melalui TPA. Suyitno meyakini TPA memegang peranan penting untuk menyiapkan generasi penerus bangsa yang berakhlakul karimah serta berkontribusi dalam pendidikan karakter.

Kegiatan pengabdian yang dilakukan adalah melaksanakan sosialisasi dan penyuluhan Madrasah Integritas dan pendampingan penyusunan kurikulum Madrasah Integritas yang menyasar kepada guru atau pengajar dan wali Santri TPA se-Condongcatur Depok Sleman Yogyakarta.

Kegiatan dibagi menjadi dua sesi yang dilaksanakan secara virtual. Pertama dilakukan pendampingan penyusunan Kurikulum Madrasah Integritas, Selasa (15/06/2021). Setelah itu, dilanjutkan dengan sosialisasi dan penyuluhan Madrasah Integritas kepada wali santri, Kamis (17/06/2021).

Suyitno menuturkan, permasalahan korupsi yang kian merajalela, sebagian besar disebabkan lemahnya integritas seseorang. Oleh sebab itu, kemajuan atau kemunduran suatu bangsa banyak ditentukan oleh seberapa besar integritas yang dimiliki oleh sesorang terlebih para pemimpinnya.

Jadi, jika suatu negara dipimpin oleh pemimpin dengan integritas yang rendah maka dengan mudahnya akan melakukan penyelewengan kekuasaan demi kepentingan pribadinya.

“Faktor pendukung dalam menanamkan nilai-nilai anti korupsi antara lain lingkungan keluarga yang mendukung, dan lingkungan sekolah yang kondusif maka perlu sosialisasi dan penyuluhan madrasah integritas untuk meningkatkan dan menambah dasar-dasar pengetahuan tentang nilai-nilai integritas,” ujar Penyuluh Anti Korupsi yang sudah Tersertifikasi Nasional ini.

Sementara itu, Dosen UAD Lisa Retnasari, M.Pd. menyampaikan bahwa dekadensi moral generasi muda bukan hanya cerita tetapi realita. Terkikisnya nilai-nilai positif seperti kejujuran berakibat melahirkan generasi koruptif.

Padahal, nilai kejujuran mampu menumbuh kembangkan rasa percaya diri pada seseorang. “TPA hadir sebagai pendidikan non formal berbasis masyarakat yang mewadahi generasi penurus untuk mengasah berbagai kegiatan yang sarat akan nilai salah satunya adalah integritas,” ungkapnya.

Penanaman nilai-nilai integritas dilakukan melalui penyampaian materi dan pemutaran video nilai-nilai integritas. Hal ini dilakukan agar santri TPA memahami nilai-nilai integritas sehingga mampu memahami pentingnya pendidikan integritas sejak dini.

Setiap TPA mempunyai kurikulum masing masing, namun perlu adanya kurikulum yang berintegrasi dengan Madrasah Integritas. Menurut Suyitno, kurikulum tidak terlepas dari pengajar TPA sehingga perlu banyak dilakukan pendampingan dan pembinaan bagi pengajar agar mampu mengembangkan kurikulum yang memasukan unsur nilai-nilai karakter integritas di dalamnya. “Pengajar dapat mengembangkan pembelajaran dengan memasukan unsur karakter,” imbuhnya.

Dengan demikian, pendampingan pembuatan kurikulum madrasah integritas dan pendampingan KBM di masing-masing TPA sangat penting dilakukan, dalam upaya meneruskan dan melanjutkan edukasi nilai-nilai integritas. (*)

UAD

BERITA REKOMENDASI