Dosen UAD Tingkatkan Pemahaman Prokes

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Mengatasi kebosanan penerapan prokes, Tim Program Pengabdian pada Masyarakat (PPM) non Reguler Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta berupaya untuk meningkatkan pengetahuan kepada masyarakat tentang pentingnya memahami makna prokes tidak sekedar menghafal slogan pemerintah saja. Salah satunya yakni dengan menggelar penyuluhan kesehatan tentang perilaku AKB dan pelatihan kepada masyarakat tentang cara penggunaan desinfektan pada rumah tangga, sebagai upaya pencegahan penularan dan penyebaran Covid-19.

Penyuluhan dan Pelatihan selama dua hari ini diikuti oleh 13 perwakilan warga dari RT yang ada di Padukuhan Turi Desa Sidomulyo Bambanglipuro Bantul. Tema dalam program ini yakni ‘Adaptasi Kebiasaan Baru Masyarakat di Masa Pandemi Covid-19’ guna mencegah kebosanan dalam menjalankan prokes dan berperilaku aman di masa new reality.

Program pengabdian ini dilaksanakan oleh Dosen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UAD Rokhmayanti, S.KM., M.PH., dibantu mahasiswa Prodi Kesehatan Masyarakat, Pendidikan Biologi, dan Ilmu Komunikasi. Rokhmayanti menuturkan, saat ini permasalahan yang ada di masyarakat adalah masyarakat bahkan sampai anak-anak sudah sangat hafal tentang 3M bahkan 5M. Namun, mereka kurang memahami apa makna atau esensi dari masing-masing pencegahan penularan tersebut.

“Mengapa saya harus menggunakan masker, mencuci tangan sesering mungkin, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan membatasi mobilitas? Hendaknya masyarakat tahu apa yang dikerjakan, sehingga masyarakat tidak bosan dan mau melakukan dengan penuh kesadaran serta rasa tanggungjawab,” ujar anggota Tim Satgas dan Pengelola Shelter Covid-19 UAD ini, Kamis (11/03/2021).

Rokhmayanti mengingatkan, pandemi Covid-19 masih belum berakhir hingga usianya yang sudah lebih dari satu tahun berdampingan dengan kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, masyarakat harus selalu mengikhtiarkan sebaik mungkin dalam upaya mencegah dan mengendalikan penularan dengan senantiasa berdoa.

Menurut Rokhmayanti, menanamkan pemahaman dengan mengajak masyarakat untuk betul-betul memahami esensi dari apa yang sedang dilakukan sangatlah penting, karena hal tersebut diharapkan dapat mendorong seseorang untuk memiliki rasa tanggungjawab dan kepedulian yang lebih tinggi terhadap sesama.

“Masyarakat juga harus mengetahui bagaimana cara mendesinfeksi benda-benda yang yang sering dibawa oleh anggota keluarga keluar rumah guna mengoptimalkan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran Covid-19,” ungkap Rokhmayanti.

Rokhmayanti menambahkan, untuk melihat efektivitas kegiatan, maka dilakukan evaluasi dengan meminta feedback dari masyarakat dengan memberikan beberapa pertanyaan terkait manfaat dan pemahaman setelah dilaksanakan penyuluhan dan pelatihan.

Pada akhir kegiatan juga diberikan desinfektan untuk masyarakat Turi yang penerimaannya diwakili oleh Kepala Dukuh Turi Desa Sidomulyo Bambanglipuro Bantul. (*)

UAD

BERITA REKOMENDASI