Dosen UNRIYO Kembangkan Aplikasi Tingkatkan Kesehatan Ibu dan Anak Kalurahan Triharjo

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Tiga orang dosen Universitas Respati Yogyakarta (UNRIYO) mengembangkan program inovasi pada masa pandemi Covid-19 melalui pembuatan aplikasi smartphone SiKIA (Aplikasi Kesehatan Ibu dan Anak) dan pelatihan kesehatan dalam upaya peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak dan peningkatan efektifitas pendokumentasian kegiatan Posyandu balita dan ibu hamil yang terkendala akibat adanya pandemi Covid-19.

Kegiatan ini melibatkan mitra dari Kalurahan Triharjo yakni Suwardi, S.Pd selaku Kepala Desa Triharjo, Retno Demawati selaku Ketua Tim Penggerak PKK Kalurahan Triharjo, Suratminingsih selaku Koordinator Kader Kesehatan Kalurahan Triharjo dan Kader Pembangunan Manusia (KPM) Kalurahan Triharjo. Kegiatan ini juga mendapat Dukungan dari Puskesmas Pandak II dan tim oetugas kesehatan dari Puskesmas Pandak II.

Tiga dosen yang terlibat dalam pengembangan inovasi Desa Cerdas ini diketuai oleh Venny Vidayanti,S.Kep,M.Kep, dan Anggotanya Sri Hasta Mulyani,S.Kom.M.Kom, serta Rizky Erwanto,S.Kep.,Ns.M.Kep. Kegiatan yang telah dilaksanakan ini berbasis pemberdayaan masyarakat dan merupakan program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Kementerian RISTEK-BRIN yang dilakukan oleh para dosen UNRIYO bersama dengan tiga mahasiswa dari Program Studi Keperawatan dan Program Studi Informatika UNRIYO.

Tujuan penerapan inovasi teknologi tepat guna berupa aplikasi dalam smartphone melalui kegiatan PKM ini adalah untuk membantu pendokumentasian dan kegiatan pemantauan tumbuh kembang balita secara praktis menggunakan smartphone dimana aplikasi ini akan terintegrasi dalam program SiKIA. Fitur aplikasi ini dapat mensinergikan peran Puskesmas, koordinator kader kesehatan, kader balita dan kader ibu hamil dalam memberikan upaya promotif, preventif pada kesehatan balita berbasis teknologi.

Venny Vidayanti menuturkan kegiatan ini dilakukan secara online dikombinasi dengan offline dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang sangat ketat serta pembatasan jumlah peserta pelatihan untuk keselamatan seluruh peserta. Selama masa PPKM Level 4 di DIY, kegiatan koordinasi maupun pelatihan dilakukan secara online.

“Pada pertemuan awal ini, setelah acara launching dan pengenalan program, tim memberikan gambaran aplikasi dan pemanfaatannya serta uji coba demonstrasi penggunaan aplikasi SiKIA,” kata Venny Vidayanti.

Anggota pengabdian masyarakat, Sri Hasta Mulyani mengatakan selain pelatihan penggunaan aplikasi SiKIA pada kader balita dan kader ibu hamil, tim juga akan memberikan pelatihan diantaranya pemantauan kesehatan balita pada kegiatan posyandu, teknik konseling dan edukasi dalam pencegahan stunting, pelatihan pemantauan kondisi kehamilan serta pemahaman tanda bahaya kehamilan.

“Keberhasilan program ini akan membawa manfaat bagi kader dan petugas puskesmas untuk menjadi data rekapitulasi pendokumentasian tumbuh kembang balita serta kesehatan ibu hamil secara praktis sehingga dokumentasi akan menjadi lebih lengkap, tidak ada data hilang atau missing dalam pemantauan kondisi tumbuh kembang balita melalui aplikasi ini,” terang Rizky Erwanto yang juga merupakan Dosen Program Studi Keperawatan tersebut.

Lurah Triharjo, Suwardi, S.Pd dalam kesempatan ini sangat antusias dan mendukung penuh inovasi pengembangan Aplikasi SiKIA yang ditawarkan oleh tim PKM UNRIYO. Aplikasi ini akan sangat membantu dalam mengatasi masalah pendokumentasian kegiatan Posyandu menjadi lebih efektif dan efisien serta diharapkan mampu meningkatkan produktifitas kader dalam berkontribusi dan bersinergi dengan upaya promotif, preventif pada kesehatan balita dan ibu hamil berbasiskan teknologi informasi, tuturnya.

“Diharapkan para peserta kader balita dan kader ibu hamil di Kalurahan Triharjo bisa ikut serta secara aktif dan bersemangat mengikuti rangkaian kegiatan pelatihan, dapat mengimplementasikan dan memanfaatkan aplikasi ini bagi ibu hamil dan balita di wilayah kerjanya. Tentunya selama pelaksanaan kegiatan ini harus tetap memperhatikan protokol kesehatan dengan ketat,” ujarnya. (*)

BERITA REKOMENDASI