Dosen UPN Veteran Yogyakarta Kembangkan Teknologi Penjernih Air Hujan

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Menjelang musim hujan Dosen Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta (UPNVY) membuat Program Percontohan Penjernih Air Hujan Sederhana di Dusun Mlakan, Sambirejo, Prambanan.

DR. C Ambar Puji Harjanto, ME selaku Ketua Tim Dosen UPNVY mengatakan bahwa teknologi tepat guna yang dipergunakan adalah teknologi penjernih air hujan sederhana yang dikembangkan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang disesuaikan dengan kondisi lokasi dan masyarakat setempat.

“Air hujan yang jatuh di genteng rumah warga ditampung ke dalam bak penampungan. Selanjutnya, air tersebut disaring untuk mendapatkan air baku yang memenuhi standar air bersih rumah tangga. Pengerjaan kontruksi dilakukan pada bulan Juni sampai dengan Juli tahun 2021. Diharapkan mulai berfungsi pada musim hujan tahun 2021 ini,” ujarnya, Minggu (27/06/2021).

Ambar menuturkan, secara sederhana Tim Dosen UPNVY hanya perlu membangun bak penampungan air hujan dan bak penjernih. Sebab, hampir setiap rumah tangga di dusun ini sudah mempunyai bak penampungan air bersih yang biasa digunakan untuk menampung droping sumbangan air bersih dari para relawan.

Bak penampungan dibangun dengan ukuran 1,5 x 1 x 1 meter. Bak penjernih dibangun dibawahnya dengan ukuran 3 x 1 x 1 meter degan biaya Rp8,5 juta.

“Semua biaya pembangunan merupakan bantuan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) UPNVY. Ini merupakan bagian dari Pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan oleh para dosen,” ungkapnya.

Dalam pengerjaan penjenih air hujan ini, Tim Dosen UPNVY dibantu oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 75 dan warga setempat.

Jaini selaku Kepala Dusun Mlakan mengatakan bahwa kegiatan ini sangat membantu meringankan kesulitan warga. “Karena sulitnya sumber air dangkal, masyarakat harus membeli air untuk keperluan sehari-hari,” imbuhnya.

Diperkirakan dengan kegiatan ini masyarakat dapat menghemat biaya pemakaian air sebesar Rp1,6 juta per tahun. Karena ini sebuah percontohan, Ambar mengharapkan masyarakat dapat menabung atau mengusahakan secara bersama atau berkelompok untuk pembuatan penjernih air hujan selanjutnya. (*)

BERITA REKOMENDASI