Energi Terbarukan Bagi Masyarakat Desa Di Era Pandemi

Editor: Ivan Aditya

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Era pendemi sangat berdampak bagi masyarakat dalam memenuhi sumber kebutuhan rumah tangga khususnya bahan bakar. Era revolusi industri 4.0 tidak hanya masyarakat kota dituntut untuk mengembangkan dan menerapkan teknologi dan energi terbarukan, namun masyarakat desa juga harus turut andil memanfaatkannya guna meningkatkan kesejahteraan hidup.

Seperti di Dusun Ngaliyan, Desa Ngargosari , Kapanewon Samigaluh, Kabupaten Kulonprogo yang sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai peternak kambing etawa. Selain daging dan susu yang dihasilkan ternak kambing etawa, limbah kotoran ternak juga dapat dimanfaatkan sebagai media pupuk tanaman.

Adapun fermentasi limbah kotoran ternak dapat menjadi energi terbarukan seperti biogas. Biogas dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif dan sumber listrik. Disamping itu, biogas adalah energi terbarukan yang ramah lingkungan.

Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PPM), Tim SEMESTA Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta yang dipimpin oleh Anton Yudhana, Ph.D. menginisiasi program penerapan teknologi tepat guna berupa reaktor biogas yang diberikan kepada masyarakat Dusun Ngaliyan.

Kegiatan program pengabdian kepada masyarakat ini terselenggara selama 1 tahun. Namun, tidak menutup kemungkinan akan terus dilanjutkan setiap tahunnya, dan desa Ngargosari dapat menjadi salah satu mitra desa UAD. Kegiatan survei sudah dilaksanakan 25 April, kemudian dilanjutkan 28 Juni, dan 12 Juli 2021. Pendampingan secara intensif diberikan selama 5 bulan, dengan kunjungan setiap 2 minggu sekali untuk memastikan program berjalan dengan baik.

“Melalui program ini, diharapkan menjadi solusi bagi warga dusun untuk memanfaatkan energi terbarukan seperti biogas sebagai bahan bakar alternatif untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari,” ujarnya.

Salah satu anggota tim teknis yakni Son Ali Akbar, M.Eng berharap dengan implementasi teknologi reaktor biogas kepada masyarakat dapat membantu meringankan pengeluaran akan aspek pembelanjaan kebutuhan bahan bakar rumah tangga yang cenderung semakin mahal dan sulit diperoleh.

Ilham Mufadi, M.Eng yang juga merupakan tim pendamping dan merupakan alumni Teknik Kimia UAD menyampaikan bahwa ilmu yang kita peroleh selama kuliah jangan hanya berhenti disebuah naskah ilmiah atau publikasi, tentu harus diproyeksikan menjadi sebuah produk terapan yang dapat dimanfaatkan bagi masyarakat sekitar.

Selama kegiatan bersama masyarakatnya, Tri Wahyu Ningsih selaku Kadus Ngaliyan menyampaikan rasa syukur dan terimakasih kepada akademisi Tim SEMESTA yang turut andil dalam program pengembangan desa berbasis teknologi agar dapat meningkatkan kualitas masyarakat dan produk-produk UMKM desa. “Rencana selanjutnya dari Tim SEMESTA PPM UAD selain biogas, adalah pemberdayaan petani teh dan herbal,” ungkap Anton. (*)

BERITA REKOMENDASI