Gotong-royong Tangani Tangguh Covid-19

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Mendukung upaya penekanan Covid-19, pemerintah membentuk Tim Gugus Covid. Salah satu dusun yang memiliki Tim Gugus Covid-19 Dusun Teguhan RW-19 Kalitirto, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman. Tim terdiri dari berbagai unsur, Ketua RT, RW, Kepala Dusun, warga masyarakat, termasuk dosen Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yaitu Azis Ikhsanudin MSc Apt dan Lolita MSc Apt ikut mendampingi dan berperan aktif dalam penanganan Covid-19 di Dusun Teguhan.

Menurut Azis Ikhsanudin MSc Apt, data kasus Covid-19 di Dusun Teguhan meningkat dengan kasus 30 warga. “Segenap warga Dusun Teguhan bergerak cepat dan bersinergi dengan tim penanganan COVID-19 dari pemerintah untuk menangani Covid-19 dengan sejumlah program,” ujarnya, Senin (05/07/2021).

Dijelaskan Azis Ikhsanudin dan Lolita, yakni Program Desinfeksi. Program desinfeksi dilakukan sebagai tindakan preventif dalam menekan laju penyebaran kasus Covid-19 di lingkungan Dusun Teguhan RW-19.

“Program desinfeksi ini telah rutin dilakukan baik secara mandiri oleh warga dan tim gugus Covid. Disamping itu juga, kerja sama juga dilakukan dengan berbagai instansi seperti tim gugus covid tingkat kelurahan dan Bromob Polda DIY,” ujar Azis Ikhsanudin, Senin (05/07/2021).

Penyemprotan desinfektan di tempat ibadah, jalan,gedung pertemuan, rumah warga terutama melakukan isolasi mandiri. Program Pemantauan dan edukasi warga positif Covid dalam menjalani isolasi mandiri di rumah.

Selain program desinfeksi tim gugus Covid-19 Dusun Teguhan juga melakukan program pendampingan dan konseling bagi warga yang sedang melakukan isoman di rumah. Proses pendampingan bagi warga yang menjalani isoman tersebut berbasis sistem informasi via google form.

Kegiatan pemantauan melalui online tersebut dilakukan rutin dua hari sekali sebagai upaya monitoring kondisi kesehatan warga. Sedangkan Lolita MSc Apt, dosen Farmasi UAD juga selaku Tim Gugus Covid-19 melakukan pemantauan. “Pemantuan ini sangat penting dilakukan untuk mengetahui kemajuan kondisi kesehatan fisik dan psikis warga yang sedang menjalani isolasi mandiri,” ucapnya.

Disamping itu juga, dilakukan juga edukasi pencegahan Covid-19 bagi anggota keluarga yang sedang merawat pasien Covid-19. Hasil pemantauan kondisi kesehatan warga isoman menunjukkan gejala antara lain kepala pusing sebanyak 47,20%, anosmia sebanyak 37,50%, nyeri sendi/ pegal-pegal sebanyak 35,50%, demam sebanyak 34,5%, dan hilang indera perasa sebanyak 29,40%. Selanjutnya, hasil pemantauan ini digunakan sebagai dasar proses pendampingan dan konseling penggunaan obat dan vitamin untuk mempercepat proses penyembuhan. (Jay)

UAD

BERITA REKOMENDASI