15 Tahun Bencana Yogya, Perlu ‘Reminder’ Membangun Rumah Tahan Gempa

SLEMAN, KRJOGJA.com – Tingginya angka korban gempa Yogya, perlu menjadi pembelajaran dalam membangun bangunan di Indonesia yang rawan gempa. Mengingat hingga saat ini, kesadaran membangun bangunan tahan gempa masih belum sebagaimana diharapkan. Untuk memotong siklus gempa yang tidak bisa dihindarkan, penanggulangan bencana hendaknya berfokus pada bangunan tahan gempa.

“Perlu ada ‘reminder’, pengulangan yang mengingatkan agar membangun rumah dengan bangunan tahan gempa. Apalagi, bangunan tahan gempa juga bisa dibuat dengan indah dan ‘art’,” tandas Guru Besar UII, pengarah BNPB yang juga pakar bangunan tahan gempa Prof Dr Sarwidi dalam jumpa pers di FTI UII, Selasa (25/5/2021).

Konferensi pers diselenggarakan Simpul Pemberdayaan Masyarakat untuk Ketangguhan Bencana (SPMKB) UII memeringati 15 tahun Gempa Yogya juga menghadirkan narasumber lain Wakil Rektor Bidang Networking & Kewirausahaan Wiryono Raharjo PhD, Direktur Pembinaan & Pengembangan Kewirausahaan/Simpul Tumbuh UII Dr Arif Wismadi serta Kepala SPMKB Dr Dwi Handayani.

BERITA REKOMENDASI