Agar PMK Tak Meluas, Mobilitas Ternak Perlu Dibatasi

YOGYA, KRJOGJA.com – Penularan wabah penyakit mulut dan kaki (PMK) ternak yang sangat cepat, bahkan mengakibatkan 60 Kapanewon di DIY dinyatakan sebagai zona merah membutuhkan penanganan segera. Oleh karena itu, supaya penyebaran PMK tak meluas, pemerintah harus benar-benar ketat dan membatasi mobilitas hewan ternak antar daerah. Dengan cara itu penularan diharapkan bisa dikendalikan.

“Status siaga darurat PMK di DIY harus menjadi evaluasi dan perhatian bersama. Semua pihak harus proaktif dan memiliki kesamaan dalam mengatasi PMK. Seandainya sudah diputuskan untuk melakukan lockdown, termasuk untuk pasar hewan, jangan ada yang membebaskan lalu lintas ternak. Saya kira kejadian kemarin harus dijadikan perhatian, supaya tidak terulang lagi,” kata Dosen Fakultas Peternakan UGM, Nanung Danardono PhD, Minggu (17/7/2022).

Nanung Danardono mengatakan, selain pembatasan mobilitas ternak, percepatan vaksinasi PMK harus digencarkan. Untuk itu pihaknya berharap vaksin PMK yang sudah diterima Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY segera didistribusikan kepada para peternak untuk mengantisipasi kerugian yang lebih besar.

BERITA REKOMENDASI