Ajak Budidayakan Tanaman Obat, Mahasiswa UNY Ini Jadi Finalis PIMNAS

BANTUL, KRJOGJA.com – Imogiri dulu termasyhur dengan tanaman obatnya. Mulai dari Asam Jawa, Temulawak, sampai Bengkuang dan Daun Kelor. Namun layaknya diungkapkan Almi Santi Ameillia selaku Ketua Tim Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) UNY yang tinggal di Dusun Kunden Imogiri, anak muda di desanya tak lagi berminat menanam tanaman obat.

Baca Juga: Sadis, Kaleng Biskuit Itu Isinya Orok Bayi!

Dari fenomena itulah bersama empat orang rekannya sesama mahasiswa UNY, Almi membuat PKM yang bertujuan mengajak anak dusun tersebut berminat untuk budidaya tanaman obat keluarga (TOGA).

“Tanah Imogiri itu kering, berbatu, dan subur. Cocok untuk Toga. Namun generasi petani TOGA mati karena rendahnya pengetahuan dan minat tentang toga. Dari situlah kami ingin ajak anak muda tahu tentang potensi Toga,” ungkap Almi, Kamis (29/8/2019).

Program mengajak anak Dusun Kunden Imogiri  tersbut ia juluki L-Koral. Singkatan dari literasi eko-kultural. Dalam program tersebut,  Almi dibantu empat orang rekannya: Dhini Martianti (FBS), Dewanggi Latifa Puspa (FBS), Abidatu Lintang Pradipta (FIS), dan Yuli Puspitasari (FIS).

Untuk mengajak anak muda berminat menanam toga, lima mahasiswa tersebut menggelar latihan yang dikemas secara menyenangkan. Mulai dari mengajak safari ke kebun toga, membuat diary dan melukis tentang toga, membuat dan menyaksikan video literasi tentang toga, sampai pentas karya.

“Jadi kita mengajak tanam Toga, tidak langsung kasih bibit dan kasih pupuk. Tapi diajak safari, diajak nge-vlog (membuat video), yang anak muda banget,” imbuh Almi.

Setelah pelatihan menyenangkan tersebut menarik anak muda dusun, barulah dua kegiatan pamungkas digelar. Yaitu aksi tanam toga, serta membuat togarium dan kebun toga di dusun tersebut.

Anak-anak usia 6-12 tahun atau usia sekolah dasar, dalam perjalanannya prioritas utama tim PKM UNY tersebut dalam mengajak bercocok tanam tanaman obat. Alasannya, mereka sedang belajar keterampilan dasar dan pengembangan konsep kehidupan.

“Jadi kalau mereka gede nanti, apapun profesinya, tidak melupakan budidaya Toga. Karena bermanfaat untuk konsumsi pribadi, tambah-tambah penghasilan, ataupun menggerakkan ekonomi desa,” ungkap Almi.

Kegiatan produktif tim PKM tersebut berbuah manis. Tak hanya menghasilkan kebun yang kini hasilnya telah dikonsumsi masyarakat desa, lima mahasiswa tersebut memperoleh hibah dari Kementerian Ristekdikti.

Baca Juga: Ada Bandara Baru, Driver Asal Kulonprogo Baru Sebagai Penonton

Lima mahasiswa tersebut juga dinyatakan lolos sebagai finalis Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) yang digelar di Universitas Udayana Bali. Siang ini, mereka akan mempresentasikan karyanya di hadapan para dewan juri. Bertanding melawan karya kreatif mahasiswa lainnya dari seluruh Indonesia.

“Siang ini kami presentasi. Dalam Program Kreatifitas Mahasiswa bidang Literasi (PKM-L). Semoga dengan perhatian dan presentasi pada Pemerintah, budidaya TOGA dapat disebarluaskan oleh seluruh masyarakat,” pungkas Almi. (KRA-02)

BERITA REKOMENDASI