Al Azhar Indonesia Gandeng Vrije Universiteit Kembangkan ‘Experiential Learning in Legal Education’

JAKARTA, KRJOGJA.com – Belanda dianggap lebih berpengalaman dalam pengembangan klinik hukum, magang, laboratorium hukum, simulasi pengadilan, dan pusat bantuan hukum. Oleh karena itu ada beasiswa StuNed untuk pengembangan ‘experiential learning’ di Fakultas Hukum Universitas Al Azhar Indonesia. Demikian diungkapkan Rektor Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) saat membuka Tailor Made Training (StuNed-TMT), berjudul ‘Experiential Learning in Legal Education’ secara daring Rabu (19/10/2021).

“Dalam rangka pengembangan pendidikan hukum, diupayakan berubah dari yang cenderung doktrinal dan fokus pada teori dan konsep, menjadi mengutamakan pentingnya pembahasan kasus hukum dan praktik hukum sebagai satu kesatuan proses pembelajaran dengan memberikan experiential learning atau pendidikan berbasis praktek kepada mahasiswanya,” ujar Asep Saefuddin.

Pendidikan berbasis pengalaman sanagt penting bagi Indonesia. Dari yang berpusat kepada guru menjadi berpusat kepada siswa. Experiential learning ini tidak hanya untuk Fakultas Hukum, tetapi penting juga untuk bidang-bidang pembelajaran lainnya, serta bisa bermanfaat bagi masyarakat luas.

Belanda dipilih sebagai rujukan bukan hanya karena Belanda rumah bagi sekolah hukum terkemuka tetapi juga memiliki akar hukum yang sama dengan Indonesia. Belanda dianggap lebih berpengalaman dalam pengembangan klinik hukum, magang, laboratorium hukum, simulasi pengadilan, dan pusat bantuan hukum.

Pelatihan yang diselenggarakan oleh Vrije Universiteit Amsterdam, Belanda, akan berlangsung dari tanggal 19 Oktober sampai dengan 9 Desember 2021. Setiap minggu diselenggarakan dua sesi daring, masing-masing 3 jam.

BERITA REKOMENDASI