Alumni UGM Harus Bisa Berdayakan Masyarakat

SLEMAN (KRjogja.com) – Para wisudawan akan menekuni berbagai bidang yang berbeda, namun sebagai lulusan UGM, mereka memangku tanggung jawab untuk tidak hanya bekerja bagi diri sendiri, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Lulusan UGM harus bergerak, harus bisa berdayakan masyarakat,” ujar alumni Fakultas Kedokteran UGM sekaligus pendiri Shoes and Care, dr. Tirta Hudhi, dalam pembekalan wisudawan program sarjana dan diploma, Selasa (23/08/2016) di Grha Sabha Pramana sebagaimana keterangan pers resmi.

Berawal dari tekadnya untuk meringankan beban orang tua, sejak awal kuliah mencari cara  memperoleh penghasilan sehingga memutuskan untuk berwirausaha.  Berbagai macam usaha sempat digelut namun tidak semuanya menuai keberasilan. Tidak jarang harus gulung tikar dan memulai kembali usahanya dari nol. "Saya pernah bangkrut dan cuma punya uang 700 ribu untuk 2 bulan. Akhirnya saya bertahan dengan makan roti basi dan nasi kering,” kisahnya.

Ironisnya, saat memulai usahanya kembali, ditipu oleh rekan sendiri. Namun,  kesuksesan berhasil diraih melalui usaha perawatan sepatu bernama Shoes and Care. Berawal dari jasa mencuci sepatu yang dilakukan di kosn kini Shoes and Care telah memiliki 21 cabang di 11 kota di Indonesia.

“Separuh dari pegawai saya adalah fresh graduate, karena mereka harus diberi kesempatan untuk dapat berkembang. Separuhnya lagi adalah anak-anak jalanan yang saya tarik supaya mereka bisa memiliki kehidupan yang lebih baik,” ujar Tirta.

Jiwa sosial inilah yang ia tunjukkan baik dalam bisnis maupun dalam profesi sebagai dokter yang masih ia tekuni  hingga saat ini. Ia memang bertekad untuk menjalankan kedua hal ini bersamaan, meskipun hal itu harus menyita banyak waktunya.

“Kalau pagi saya dinas di puskesmas, sore cuci sepatu, lalu belajar sampai tengah malam untuk persiapan menangani pasien, sehingga saya tidur hanya 4 jam. Orang bilang kalau jadi businessman tidak bisa kerja profesional, saya ingin patahkan itu,” ujarnya.

Menyeimbangkan aktivitas bisnis dan profesi juga mampu dijalankan oleh Agus Suparto, lulusan antropologi UGM yang sejak 2 tahun yang lalu menjadi fotografer pribadi Presiden Joko Widodo.

Di hadapan para calon wisudawan memberikan nasihat bahwa untuk memasuki dunia profesional, para lulusan universitas harus memperlengkapi diri dengan kompetensi yang diperlukan. Hal inilah, menurutnya, yang menjadi salah satu faktor yang membuatnya mampu menjalankan profesinya sebagai fotografer serta sukses dalam menggeluti usahanya di bidang fotografi udara. (*)

UGM

BERITA REKOMENDASI