Alwin Basri Doktor ke 34 Fisip Undip

SEMARANG,KRJOGJA.com- Ketua Komisi D DPRD Propinsi Jateng Ir H Alwin Basri MM MIkom berhasil mempertahankan disertasi 'Manajemen Parpol Dalam Mewujudkan Tata Kelola Pemerintah Daerah yang Baik: Studi Kasus PDI Perjuangan pada Pemilukada Serentak di Kota Semarang, Kota Surakarta, dan Kab Purbalingga tahun 2015' pada sidang ujian terbuka Program S3 Administrasi Publik Fisip Undip di sekolah Pascasarjana Undip kampus Imam Barjo SH, Kamis (8/11).  

Tim penguji yang diketuai Dekan Fisip Undip Dr Sunarto MSi memutuskan Alwin Basri lulus dengan predikat Sangat Memuaskan IPK 3,74 dan Dr Ir H Alwin Basri MM MIkom tercatat sebagai doktor ke 34 yang dihasilkan Fisip Undip serta doktor ke 1.701 lulusan Undip.

Pada ujian tersebut, pria kelahiran Yogyakarta 19 Mei 1964, suami dari Wakil Walikota Semarang Ir Hj Hevearita Gunaryanti Rahayu (Ita) dan ayah dari M Farras Razin Perdana SKed (Pendidikan Profesi Fakultas Kedokteran Undip) memaparkan sejumlah hasil penelitiannya di antaranya rekruitmen calon pimpinan kepala daerah yang sinkron dengan mobilisasi partai akan menghasilkan kepala daerah dan pemerintahan yang baik (good government) yang berujung pada tata kelola pemerintah yang baik serta bisa meningkatkan indeks pembangunan manusia dan peningkatan layanan publik serta berbagai prestasi dalam pemerintah. 

Dr Alwin Basri juga berhasil menawarkan model rekruitmen calon kepala daerah dan mobilisasi yang baik yang bisa menghasilkan pemerintahan yang baik. Model tersebut terbukti berhasil dilakukan PDI Perjuangan di Kota Semarang, Kota Surakarta dan Kab Purbalingga pada pemilukada serentak tahun 2015 dan model ini bisa dikembangkan dan dipakai oleh parpol yang lain.

Dr Ir Alwin Basri MM MIkom juga mengusulkan penambahan materi di sekolah partai PDI Perjuangan (sekolah calon kepala daerah dan anggota legislatif) yang selama ini kurikulumnya bermuatan ideologi 20 % dan cara cara pemenangan pilkada/pileg 80 % dengan pengayaan materi terkait good government serta rekruitmen dan mobilisasi. 

Serta bilamana perlu sekolah partai PDI Perjuangan dijadikan sekolah yang lebih formal dengan kurikulum yang diakui pemerintah dan nantinya menjadi acuan partai lain dalam pengembangan dan mencetak kader atau calon anggota legislatif maupun calon kepala daerah handal. 

Hadir dalam ujian terbuka tersebut di antaranya Walikota Semarang Hendrar Prihadi, Wakil Walikota Semarang Ir Hj Hevearita Gunaryanti Rahayu, Ketua DPRD Jateng Dr Rukma Setyabudi dan sejumlah pejabat teras DPRD Jateng serta Pemprov Jateng. (Sgi)

BERITA REKOMENDASI