Autowals Diciptakan, Alat Deteksi Banjir Unwidha Maju ke Pimnas

KLATEN, KRJOGJA.com – Tim Universitas Widya Dharma (Unwidha) Klaten maju ke ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-32 yang digelar di Universitas Udayana Bali, mulai 27 – 31 Agustus 2019. Mereka akan bertarung dengan membawa karya berupa alat deteksi banjir, Automasi Water Liquid Sensor (AUTOWALS) karya para mahasiswa Program Studi Teknik Elektro.

Tim terdiri Malik Riyadi dan Destiana Windi Widi Astuti sebagai anggota, dengan ketua Heru Purwanto. Turut serta dalam tim, I Wayan Angga Wijaya Kusuma sebagai dosen pembimbing, Ir Darupratomo, M.T (wakil rektor III), Yulinda Erma Suryani S.Pd, M.Si (dosen pendamping) dan Warsat Resti Arbi (staff universitas). Mereka dilepas oleh Rektor Prof. Dr. Triyono M. Pd Jumat (23/8/2019).

Pimnas ke-32 akan diikuti sebanyak 126 perguruan tinggi, terdiri 70 perguruan tinggi negeri dan 56 perguruan tinggi swasta.

Heru, Malik dan Windi mengatakan, alat deteksi dini banjir tersebut dilengkapi dengan lampu dan alarm. Pada kondisi air sungai normal, maka lampu akan menyala hijau. Saat kondisi air semakin mendekati permukaan tanggul, yakni pada jarak sekitar 1,5 meter maka lampu akan menyala kuning, dan alarm mulai berbunyi. Pada saat jarak permukaan air tinggal sekitar 50 Cm dari permukaan tanggul, maka lampu akan menyala merah, dan alarm semakin sering berbunyi. Dengan mengetahui hal itu, masyarakat diharapkan siap untuk menyelematkan diri maupun harta mereka.

“Untuk durasi kapan alarm berbunyi itu bukan patokan baku, karean masih bisa kita atur lagi,” kata I Wayan Angga.

Rektor Unwidha, Prof Dr Triyono mengemukakan, pihak unibersitas saat ini sedang mengurus hak cipta terkait alat tersebut. Rektor berharap alat tersebut bisa dikembangkan pada bidang-bidang yang lain. Diantaranya diharapkan bisa dikembangkan untuk alat deteksi erupsi Gunung Merapi. Harapan itu, mengingat Klaten selain daerah potensial bencana alam banjir, juga rawan bencana erupsi Gunung Merapi.

Darupratomo dan Yulinda Erma Suryani mengemukakan, mulai tahun 2020 – 2025 KKN Unwidha akan bertema kebencanaan. Dengan harapan, kampus akan bisa membantu pemerintah untuk mewujudkan masyarakat yang tanggap dan tangguh bencana.

“Untuk saat ini, kami sudah mulai di Wiro, Bayat untuk penghijauan, karena di desa itu merupakan daerah rawan bencana kekeringan,” kata Darupratomo.(Sit)

 

BERITA REKOMENDASI