BCA Dukung Pengembangan Pendidikan Vokasi UGM

SLEMAN, KRJOGJA.com – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) menandatangani nota kesepahaman bersama atau memorandum of understanding (MoU) terkait upaya pemberian bantuan di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, serta peningkatan kualitas SDM. Termasuk pengembangan pendidikan vokasi dengan membangun pusat teknologi (Tech Center) di Indonesia.

"Kebutuhan pekerja di industri perbankan termasuk teknologi dan informasi bergeser non sarjana. Banyak sarjana (s-1) yang lulus belum tentu bisa langsung bekerja. Kami melalui kerjasama ini ingin mempesiapkan mahasiswa untuk terjun dan bekerja," kata Executive Vice President CSR BCA Inge Setiawati usai penandatanganan kerjasama di Ruang Rektor UGM Yogyakarta, Jumat (15/09/2017).

Inge menjelaskan perseroan masih memperhitungkan anggaran agar pendidikan vokasi UGM menjadi pusat pengembangan teknologi, termasuk di sektor keuangan (financial technologi/fintech). Sebelumnya, perseroan juga berhasil mengembangkan pendidikan vokasi di Universitas Brawijaya dengan spesifikasi perbankan umum. Sedangkan ke depan, mahasiswa UGM diharapkan mampu menciptakan produk teknologi keuangan yang dibutuhkan nasabah.

"BCA unggul di bisnis perbankan sehingga ditularkan kepada mahasiswa vokasi Unibraw. Unibraw lebih konservatif dan sudah terserap pasar kerja karena sudah dipersiapkan dari awal. Kami ingin di UGM juga seperti Unibraw. Semoga Tech atau Fintech Center bisa direalisasi di kampus UGM ini," pungkasnya.

Penandatanganan nota kesepahaman antara kedua belah pihak itu dihadiri oleh Direktur BCA Suwignyo Budiman, Rektor UGM Panut Mulyono di Yogyakarta, Jumat (13/9). Turut hadir dalam acara ini Komisaris BCA Cyrillus Harinowo, Kepala Kantor Wilayah II BCA Gunawan Budi Santoso, Executive Vice President CSR BCA Inge Setiawati, Kepala BCA KCU Yogyakarta Saswito Tjoe, Presiden Direktur BCA Syariah John Kosasih, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama & Alumni UGM Paripurna P. Sugarda dan segenap manajemen UGM.

Suwignyo mengatakan pengembangan pendidikan harus terus dilakukan oleh seluruh pihak agar SDM Indonesia dapat terus bersaing. Kondisi persaingan dan perkembangan dunia usaha yang begitu cepat, membutuhkan kontribusi pendidikan dalam menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Sedangkan pendidikan dijadikan sebagai kebutuhan dasar yang harus dipenuhi oleh masyarakat. Salah satu indikator majunya suatu bangsa ditentukan dengan indeks pengembangan kualitas sumber daya manusia, yang hasilnya didapat dari proses pendidikan yang bermutu.

"Perlu dukungan semua pihak agar pertumbuhan pembangunan dapat dibarengi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, saya sangat senang dengan adanya MoU antara BCA dan UGM untuk terus meningkatkan mutu pendidikan di daerah ini," tandas Suwignyo. (*)

BERITA REKOMENDASI