Benarkah Startup Berkonsep Mirip Koperasi?

SLEMAN, KRJOGJA.com – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menjadi orator dalam agenda Orasi Kebangsaaan Aubade Pancasila di Balairung UGM Rabu (14/8/2019) sore. Di hadapan undangan dan para siswa dari SD-SMP-SMA di DIY, Rudiantara menyampaikan potensi besar industri digital termasuk E-Sport yang kini menjadi profesi baru. 

Baca Juga: Koperasi Dituntut Ikuti Era Revolusi Industri 4.0

Menkominfo mengungkap, DIY jadi salah satu lumbung insan muda kreatif di berbagai bidang. Hal tersebut menurut dia menjadi potensi besar untuk dikembangkan terutama melihat tantangan digital kedepan. 

“Yogya salah satu wilayah pertumbuhan E-sport luar biasa apalagi di sini ada Gameloft juga. Presiden mendorong e-sport menjadi prestasi karena dipertandingkan dalam Asian Games dan Jogja bisa mengambil peran itu dengan potensi besarnya. Bukan hanya main game saja tapi ini olahraga dan profesi yang menjanjikan,” ungkap Rudiantara. 

Di hadapan para siswa, Menkominfo juga menyampaikan potensi besar perusahaan startup yang bergema di Indonesia beberapa tahun terakhir. Konsep startup menurut Rudiantara sangat cocok bagi Indonesia karena mendekati semangat koperasi. 

“Konsep startup, unicorn itu mendekati koperasi yang gotong-royong sesuai core Pancasila. Korporasi kan kumpulan modal, siapa paling banyak jadi pimpinan bisnis. Startup tidak, Gojek misalnya, yang punya motor masyarakat, resto di Gofood juga bukan Gojek tapi masyarakat. Pelapak di Bukapapak, merchant Tokopedia itu pemiliknya masyarakat juga. Ini ekonomi yang mendekati koperasi bukan korporasi,” sambung dia. 

Menkominfo pun meminta anak-anak muda untuk memanfaatkan kesempatan dan peluang yang terbuka di era digital saat ini. Namun, ia juga meminta anak-anak muda untuk tak terkena tipu daya berita hoax yang dikhawatirkan masih saja akan berkeliaran di lini informasi. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI