Bendhung Lepen Kembangkan Olahan Ikan Nila

YOGYA, KRJOGJA.com – Bendhung Lepen, ekowisata yang memanfaatkan saluran irigasi dari Sungai Gajah Wong mulai ramai dengan kunjungan warga. Saluran irigasi di Giwangan, Kemantren Umbulharjo Kota Yogayakarta itu awalnya sangat kotor dan bau. Bahkan tidak terawat, tetapi sekarang menjadi saluran yang bersih dan digunakan sebagai tempat budidaya ikan nila. Sayang ikan nila yang dibudidayakan belum banyak dimanfaatkan lebih lanjut, hanya dijual dalam bentuk segar.

Hal inilah yang mendasari tim dosen dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Cita Eri Ayuningtyas SGz MPH, Yunda Maymanah Rahmadewi, MSs dan Dr Agung Budiantoro SSi MSi untuk menginisiasi program pengembangan potensi ikan nila tersebut. Kegiatan yang didukung oleh Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Deputi Bidang Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristek/BRIN Tahun 2021 akan berlangsung dalam beberapa tahap yang dilakukan secara luring dan daring diantaranya kegiatan budidaya, pengolahan, pengemasan, dan pemasaran.

Menurut Cita Eri, sentuhan teknologi pengolahan ikan nila ini diharapkan menghasilkan produk yang menjadi ciri khas/ikon kuliner yang bisa mendampingi ekowisata bendhung lepen. Sebagai destinasi wisata di Kepanewon Giwangan, Kota Yogyakarta, bendhung lepen bisa menjadi tempat yang digunakan untuk memasarkan produk dan mengangkat nilai dari ikan nilai yang dibudidayakan. Kegiatan yang didanai ini selain menghasilkan olahan seperti nugget ikan, rolade ikan, otak-otak, dan stik tulang ikan juga memberikan hibah seperangkat peralatan untuk digunakan kelompok dalam memproduksi olahan ikan nila.

UAD

BERITA REKOMENDASI