Bustanika LH Dekatkan Matematika dengan Kehidupan

YOGYA, KRJOGJA.com – Sampai sekarang masih ada pandangan, Matematika itu sulit dan jadi momok yang menakutkan.

“Pandangan itu karena beranggapan Matematika itu abstrak. Kalau ingin Matematika jadi mudah, Matematika dekatkan dengan kehidupan sehari-hari. Matematika adalah aktivitas manusia,” kata Bustanika Luthfi Harisna, lulusan Magister Pendidikan Matematika (MPMat) Program Pascasarjana Universitas Ahmad Dahlan (UAD), peraih Indek Prestasi Kumulatif (IPK) 4.00 alias IPK Sempurna. Masa studi di MPMat UAD diselesaikan selama 1 tahun, 11 bulan 20 hari.

Cara pandang Bustanika LH inilah yang membantu dirinya, Matematika menjadi mudah ditangannya. Ini membalik logika pada umumnya. Bustanika berprinsip, jadikan Matematika dekat dengan kehidupan sehari-hari yang sering dijumpai siswa. Dengan demikian siswa akan mengerti Matematika itu seperti apa. “Siswa punya bayangan dan tidak terkesan abstrak seperti yang terjadi sejak dulu kala,” ujarnya kepada krjogja.com, Selasa (25/08/2020). Selain itu, jadikan benda atau hal-hal yang sering dijumpai siswa sebagai bahan pelajaran Matematika itu bukan melulu tentang rumus, tetapi berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Seperti yang dikatakan dalam teori Freudhental bahwasannya, Matematika adalah aktivitas manusia.

Diakui Bustanika LH, pandangan memudahkan dan membumikan Matematika sangat membantu dalam perjuangan menekuni studi bidang Matematika. Ada 3 hal kunci, bisa meraih IPK 4.00. Pertama, manajemen waktu. Kedua, selalu mengikuti arahan dosen. Ketiga, meminta doa restu orangtua supaya diberi kelancaran.
Diceritakan Bustanika LH, soal manajemen waktu sangat penting agar bisa fokus bekerja dan belajar. “Soalnya saya kuliah sambil kerja atau mengajar di MTs Yayasan Taruna Alquran,” ucap perempuan berasal dari Playen Gunungkidul yang diwisuda daring oleh Rektor UAD, Dr Muchlas MT, Sabtu (22/08/2020) lalu, di Auditorium kampus 1 UAD, Jalan Kapas, Semaki Umbulharjo Yogya.

BERITA REKOMENDASI