Cara Kreatif Mahasiswa KKN UAD Manfaatkan Limbah Plastik dengan Metode Ecobrick

BANTUL, KRJOGJA.com – Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta menerjunkan mahasiswanya dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) regular periode 88 disejumlah lokasi di Daerah Istimewa Yogyakarta. Salah satunya adalah di Padukuhan Puluhan, Kalurahan Argomulyo, Kapanewon Sedayu, Kabupaten Bantul. Adapun unit yang ditugaskan di padukuhan tersebut adalah unit XIII.D3.

Program unggulan dari KKN unit XIII. D3 adalah pembuatan ecobrick dari limbah plastik yang diadakan di Posko KKN unit XIII. D3 pada tanggal 20 Februari 2022. Sebelum adanya kegiatan pembuatan ecobrick, KKN UAD unit XIII.D3 melakukan sosialisasi kepada masyarakat dusun puluhan termasuk para pemuda-pemudi di dusun tersebut. Dalam acara sosialisasi tersebut khusunya para pemuda-pemudi sangat antusias mengikutinya seperti yang disampaikan

“Di era sekarang ini adanya sampah telah cukup mengganggu semua aspek yang ada. Hal itu dikarenakan jumlah dari sampah yang sudah menumpuk tanpa adanya keseimbangan pengolahannya. Terutama dari sampah plastic dimana sampah yang paling sulit terurai bahkan bisa bertahun- tahun terurainya. Untuk itu pengelolaan ecobrick ini sangat cocok, karena bisa memanfaatkan sampah plastic yang ada untuk menjadi sebuah karya yang bernilai, baik secara ke estetikan maupun dari segi kegunaannya bagi kehidupan sehari- hari manusia. Ecobrick adalah suatu lagkah awal yang cukup efektif,” tandas Galih Rizky salah satu pemuda di Dusun Puluhan.

“Dari sosialisasi tadi saya tahu bahwa ternyata sampah bisa dijadikan sebagai pengganti batu bata. Ecobrick ini sangat bermanfaat untuk mengurangi sampah plastik yang sulit terurai,” ungkap Elysa, salah satu pemudi desa setempat.

Dalam menjalankan program tersebut, KKN UAD memanfaatkan limbah plastik berupa botol mineral bekas, sampah plastik rumah tangga sebagai bahan dalam pembuatan ecobrick.

Ecobrick adalah botol plastik yang diisi padat dengan limbah non- biological yang membuat blok bangunan yang dapat digunakan kembali. Ecobrick dapat menjadi solusi biaya yang dapat dilakukan secara mandiri oleh individu dan seluruh kalangan masyarakat.

Seperti dijelaskan Nugraha Ihsan, selaku ketua Unit XIII. D3, pembuatan Ecobrick ini sebagai keperdulian kami terhadap kebersihan lingkungan dan untuk mengurangi sampah plastik, kami mengajak para rekan pemuda untuk melakukan pembuatan ecobrick agar sampah platik tersebut bisa di daur ulang menjadi sesuatu yang bermanfaat.(*)

UAD

BERITA REKOMENDASI