Citra Semakin Buruk, Para Dokter Deklarasikan Gerakan Moral 3 K

SOLO, KRJOGJA.com – Dalam upaya memperbaiki citra buruk, para dokter yang tergabung dalam organisasi Forum Ikatan Alumni Kedokteran Seluruh Indonesia (FIAKSI) akan mendeklarasikan Gerakan Moral 3 K (Kesejawatan, Kesantunan dan Kebersamaan). Deklarasi dilakukan saat berlangsung Rapat Koordinasi (Rakor) FIAKSI 2017, di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, 23-24 September.

Rektor UNS, Prof Dr Ravik Karsidi MS menyatakan deklarasi gerakan moral bertolak dari adanya persepsi masyarakat tentang dokter di tanah air. Ada yang mrnyebut makin mahal, hubungan kesejawatan dokter yang kian renggang dan cenderung individualis. Kasus praktik kedokteran di RS Mitra Jakarta yang terkesan tidak ada uang tidak ada pelayanan semakin memperburuk dan menggerus dunia kedokteran.

Dr Andri Putranto, salah satu panitia menyebutkan deklarasi moral sudah lama disiapkan. Namun dalam tiga kali Rakor sebelumnya di Bandung, Padang dan Makassar gagal. Kegagalan karena tidak didukung institusi pendidikan. Pada Rakor ke 4 di UNS Solo keinginan lama itu ingin direalisir. Pada Rakor ini akan dihadiri Menristek Dikti Muhammad Nasir dan Menkes Juwita Anfasa Moeloek.

Tindak lanjut dari deklarasi Gerakan Moral 3 K diharapkan ada pembenahan terhadap moralitas dan karakter para calon dokter. Ini tentu dilakukan lembaga pendidikan pencetak dokter. Pata dokter yang terlibat dalam krpanitiaan sangat merasakan adanya degradasi moral di kalangan dokter. Selain krsejawatannya bermasalah yakni cepay melupakan guru/dosen.

Andri mengungkapkan pengalaman seorang dosen Fakultas Kedokteran yang ditarik bayaran saat datang ke dokter spesialis bekas mahasiswanya. Padahal ia baru saja lulus. Hal ini membuktikan buruknya kondisi Kesejawatan, Kesantunan dan Kebersamaan.

Ketua Panitia Rakor FIAKSI, dr  Dewi PPS, menambahkan  seminar bagi mahasiwa fakultas kedokteran dengan tema "Etika dan Norma dalam Profesi Dokter". Seminar diharapkan dapat menggemakan Deklarasi Moral 3K kepada para mahasiswa, staf pengajar, alumni, dan pejabat yang berprofesi dokter. (Qom)

BERITA REKOMENDASI