Cosiwa, Pupuk Cair dari Limbah Udang

PACITAN, KRJOGJA.com – Masyarakat Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan, sebagian besar bergerak di sektor perikanan khususnya tambak udang. Panen udang yang mencapai 2.220 ton pertahun ini biasanya akan disetorkan ke industri pengolahan makanan untuk diolah menjadi olahan matang seperti nugget udang, kerupuk udang, bakso udang dan lain-lain.

“Tentunya akan menghasilkan limbah cair hasil pencucian udang yang kaya akan nitrogen,” kata Bayu Selo Aji, Ketua Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKM-K) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Kamis (24/09/2020).

Kelompok Mahasiswa UAD, lewat PKM-K Tahun 2020 membuat pupuk organik cair dengan memanfaatkan limbah hasil pencucian udang yang sangat melimpah tersebut.

Tim PKM-K itu beranggotakan, dirinya Bayu Selo Aji (Bimbingan Konseling, FKIP 2017), Trisna Avi Listyaningrum (Pendidikan Fisika, FKIP 2018), Dedek Ajeng Okta Triana(Pendidikan Bahasa Inggris, FKIP 2018), dan Panji Nur Fitri Yanto (Bimbingan Konseling, FKIP 2018).

Dijelaskan Bayu Selo Aji, pupuk organik cair ini diberi nama ‘Combination of Shrimp Washing Waste, Anaerob Bacteria, and Goat Manure’ (Cosiwa) merupakan inovasi pembuatan pupuk cair dengan mengkombinasikan limbah cair sisa pengolahan udang, pupuk kandang berupa kotoran kambing, dan bakteri anaerob (EM4).

Kandungan nitrogen pada udang sebesar 7 persen dan bersifat mudah larut dalam air, hal ini menjadikan limbah cair hasil pencucian udang juga kaya akan nitrogen. Selain memiliki kandungan nitrogen, udang juga memiliki kandungan fosfor, kalium, serta senyawa kitin dan kitosin yang sangat bermanfaat untuk tanah dan pertumbuhan tanaman.

Dikombinasikan dengan kotoran hewan dalam hal ini adalah kotoran kambing yang juga memiliki kandungan Nitrigen, Fosfor, Kalium dan air, menjadikan Cosiwa sebagai pupuk organik cair berkualitas tinggi dan ramah lingkungan yang dapat meningkatkan produktivitas pertanian tanpa perlu mengeluarkan biaya besar, dapat mengatasi penurunan kesuburan tanah dan tentunya dapat membantu pemerintah dalam gerakan Sustainable Development Goals (SDG’s) 2045 di Kabupaten Pacitan.

“Pacitan memiliki potensi ekonomi di sektor perikanan dan pertanian, namun belum dimanfaatkan secara optimal. Dengan memanfaatkan limbah di sektor perikanan harapannya dapat meningkatkan produksi pertanian,” kata Bayu Selo Aji.

UAD

BERITA REKOMENDASI