Cosiwa, Pupuk Cair dari Limbah Udang

Dalam mengerjakan PKM-K ini, mereka dibimbing Ariati Dina Puspitasari SSi MPd, Dosen Pendidikan Fisika FKIP UAD yang juga konsen di Fisika Lingkungan.

Cosiwa memiliki keunggulan yaitu efektif dan efisien karena bahan-bahannya mudah didapat, telah diaplikasikan pada tanaman dengan pertumbuhan yang sangat baik, ramah lingkungan dan tergolong murah. Namun karena pandemi Covid-19, Cosiwa belum bisa diproduksi secara fisik karena kebijakan penyelenggara PKM-K 2020 dalam hal ini adalah Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemendikbud melarang pembuatan produk fisik demi menjaga keamanan dan kesehatan berbagai pihak.

Namun, Tim PKM-K yang Lolos didanai sejumlah Rp 4.500.000 ini, tetap melaksanakan project nya dengan membuat video animasi produk, membuat buku, membuat artikel ilmiah, serta melakukan deseminasi ide dan inovasi melalui media sosial berupa Instagram, facebook, dan Youtube dengan sasaran komunitas peduli lingkungan, pecinta tanaman, dan kelompok tani.

“Informasi tentang Cosiwa dapat diakses di Instagram (@cosiwa_), facebook (cosiwa_), youtube (cosiwa official), dengan harapan untuk memberikan edukasi dan mengenalkan produk kepada komunitas peduli lingkungan, tanaman lovers, dan khususnya kelompok tani,” sambung Bayu.

Bayu Selo Aji berharap selepas pandemi Covid-19 Cosiwa dapat diproduksi secara fisik dan menjadi peluang usaha bagi petani dan peternak udang khususnya di Kabupaten Pacitan. (Jay)

UAD

BERITA REKOMENDASI