Direktur Pendidikan dan Pelayanan Publik KPK Ternyata Lulusan Belanda

YOGYA, KRJOGJA.com – Beasiswa Indonesia-Belanda StuNed (Studeren in Nederland) memperingati 20 tahun kerjasama pada tahun 2019. 4.619 alumni dari berbagai disiplin ilmu dihasilkan sepanjang 20 tahun tersebut. 

Direktur Nuffic Neso Indonesia yang mengelola beasiswa StuNed, Peter van Tuijl mengatakan adanya kerjasama beasiswa tersebut menjadi bukti kerjasama bilateral apik antara Indonesia dan Belanda. Pihaknya berkomitmen untuk lebih menjajaki peluang-peluang kerjasama dengan berbagai organisasi pemerintah, pendidikan tinggi, swasta dan berbagai pemangku kepentingan di Indonesia untuk mengembangkan StuNed menjadi progam yang lebih relevan dengan berbagai tantangan lokal maupun global. 

“Ini lah saatnya alumni StuNed memainkan peran pentingnya sebagai ujung tombak kerjasama bilateral yang berdampak dan saling menguntungkan bagi kedua negara Belanda dan Indonesia. Ini komitmen kami kedepan untuk terus menciptakan simbiosis mutualisme,” ungkapnya melalui rilis pada KRjogja.com Rabu (11/9/2019). 

Peter mengungkap hingga saat ini alumni StuNed berhasil menduduki posisi strategis di Indonesia yang merupakan bukti nyata dampak yang dihasilkan dari program ini beasiswa ini. “Giri Supradiono, Direktur Pendidikan dan Pelayanan Publik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Munafrizal Manan Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, Neil Semuel Rupidara Rektor Universitas Kristen Satya Wacana, adalah beberapa alumni StuNed yang kini memiliki posisi strategis di berbagai bidang,” sambung dia. 

Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia Lambert Grijns berharap adanya kerjasama antar kedua negara terus terajut kedepan. “Kami ingin membantu membangun sumber daya manusia Indonesia yang sejalan dengan kebijakan pemerintah Indonesia saat ini di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo yang memprioritaskan pada pembangunan sumber daya manusia,” tandas dia. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI