Dirjen di Webinar Polimarin: Pendidikan Vokasi Bukan Kelas Dua

SEMARANG,KRJOGJA.com- Tuntutan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) pada dunia pendidikan, termasuk sekolah maupun pendidikan tinggi (PT) vokasi, saat ini tidak lagi pada tataran link and match. Namun sudah lebih jauh lagi yaitu lulusan harus sudah siap plug and play alias langsung “tancap dan jalan/main” kalau diibaratkan perangkat elektronik.

Masalah link and match sekolah dan PT termasuk PT vokasi dengan DUDI sudah sangat lama digalakkan dan sudah dilakukan di era Menteri Wardiman serta diteruskan ke era era menteri setelahnya.  Sehingga saat ini sudah harus pada tataran selanjutnya yaitu plug and play. Selain itu hard skill tidak terlalu dipentingkan, lima tahun mendatang akan usang sehingga yang utama perlu ditanamkan adalah soft skills agar lulusan menjadi pribadi pembelajar mandiri sepanjang hayat.

Hal tersebut merupakan beberapa kesimpulan dari seminar online (webinar) tentang “Sinergisitas Pendidikan Vokasi Unggul dengan Dunia Usaha Menjadikan Pendidikan Politeknik Kelas Dunia” yang diselenggarakan Politeknik Maritim Negeri Indonesia (Polimarin) Semarang, Jumat sore (12/6/2020). Webinar dengan Zoom dan disiarkan langsung lewat You Tube ini bekerjasama dengan Forum Direktur Pendidikan Politeknik Negeri se-Indonesia (FDPNI).

Webinar gratis ini diikuti lebih dari 900 peserta aktif dan diikuti pula para pimpinan sekolah dan perguruan tinggi vokasi se Indonesia, para pejabat di lingkungan TNI AL seperti Komandan Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL) Surabaya Laksamana Pertama TNI Dr Ir Avando Bastari MPhil dan Kapokdos STTAL Kol Laut (P) R Bambang Ispri B,ST MSi  dan Command Center Kabupaten Lamongan, para dosen perguruan tinggi dan masyarakat umum. Mereka sangat apresiasi webinar dengan host Polimarin Semarang dengan pembicara kunci Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud RI Wikan Sakarinro ST MSc PhD.

BERITA REKOMENDASI