Dirjen di Webinar Polimarin: Pendidikan Vokasi Bukan Kelas Dua

Webinar dengan moderator Direktur Polimarin Dr Sri Tutie Rahayu MSi ini juga menampilkan pembicara lain di antaranya Dr Ir Priyono Eko Sanyoto DEA (Direktur Politeknik Negeri Batam), Dr Ir Rachmad Imbang Tritjahjono MT (Direktur Politeknik Negeri Bandung), dan Suprapto SE MM (Wakil Ketua DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI). Poin lain inti seminar di antaranya syarat mahasiswa lulus dari pendidikan vokasi di antaranya memiliki ijazah, bersertifikat kompetensi, kecakapan Bahasa Inggris dengan nilai tinggi (TOEIC  minimal 800 atau TOEFL minimal 550, atau juga IELTS minimal 660). Juga mahasiswa bisa menghasilkan produk inovasi dan prestasi mahasiswa dari berbagai bidang diakui dalam kurikulum ( olahraga, seni, inovasi, dll.).

Sementara itu saat pembukaan webinar, Direktur Polimarin Semarang Dr Sri Tutie Rahayu MSi menyatakan  pendidikan merupakan salah satu program pemerintah yang perlu diperhatikan secara serius. Pendidikan vokasi sebagai isu penting peningkatan kualitas pendidikan dan SDM dalam periode ke-2 pemerintahan Presiden Jokowi. Melalui kebijakan revitalisasi pendidikan vokasi, pemerintah berupaya meningkatkan produktivitas, inovasi, serta daya saing bangsa.

 “Sebagaimana pernah disampaikan Presiden Jokowi, dalam menghadapi revolusi industri 4.0, bonus demografi jadi perhatian khusus untuk mempersiapkan tenaga kerja yang bersaing di pasar global. Bahkan, Presiden kerap kali menegaskan urgensi peningkatan daya saing SDM dan revitalisasi pendidikan vokasi secara terpadu untuk menyongsong bonus demografi. Revitalisasi pendidikan vokasi diartikan lebih pada menyiapkan tenaga kerja berdaya saing, terampil, bermutu, serta relevan dengan tuntutan dunia kerja. Targetnya, Indonesia dapat menjadi negara dengan kekuatan ekonomi nomor tujuh dunia pada 2030” ujar Dr Sri Tutie Rahayu MSi.

Lebih lanjut menurutnya, perguruan tinggi vokasi bukanlah bukanlah perguruan tinggi kelas dua, seperti rumor yang masih beredar sampai saat ini di masyarakat. Tetapi PT vokasi adalah perguruan tinggi ilmu terapan di mana mahasiswa betul-betul dipersiapkan untuk siap bekerja. Kesiapan mahasiswa bekerja ini sudah dibekali oleh perguruan tinggi vokasi di kuliah maupun ketika magang di dunia usaha dan dunia industri (DUDI) yang bekerja sama dengan PT vokasi.

“ Politeknik Maritim Negeri Indonesia (Polimarin) dengan slogan bela negara ini merupakan salah satu perguruan tinggi vokasi di bawah Kemendikbud RI yang banyak bekerjasama dengan industri maupun lembaga pendidikan di Indonesia maupun luar negeri seperti Hochshule Wismar Jerman, Rederei Nord GMBH Jerman dan Cambridge” tandas Direktur Polimarin. (sgi)

BERITA REKOMENDASI