Dirjen Dikti: Kampus Selalu Tertinggal

Editor: Ary B Prass

 

 

BANTUL, KRJOGJA.com   – Harus diakui, kampus selalu tertinggal dengan perubahan. Untuk itu, pengelola PT harus menyadari untuk terus menyesuaikan dan bahkan mengejar ketertinggalan berbagai bidang ilmu, riset dan teknologi.

Demikian diungkapkan  Prof Nizam MSc PhD selaku Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti), Riset dan Teknologi saat menyampaikan Keynote Speaker secara daring Seminar Nasional Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) bertema ‘Transformasi Program MBKM untuk Meningkatkan Daya Saing Bangsa di Era 5.0’ di Grand Rohan Hotel Yogyakarta, Jalan Raya Janti, Bantul, Kamis (30/12/2021).

Seminar menghadirkan narasumber  Prof Okid Parama Astirin, Dr Ir Era Purwanto MEng dengan moderator Dr Dian Artha Kusumaningtyas MPsSi. Seminar dibuka Dr Muchlas MT Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dan diberi pengantar Anton Yudhana PhD selaku Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) UAD.

Menurut Nizam, mengejar ketertinggalan bagi kaum akademisi dengan cara kreatif dan inovatif. “Kaum akademisi merealisasikan Tridarma Perguruan Tinggi harus dalam tataran kreatif dan inovatif,” ujarnya. Seperti halnya LPPM melakukan penelitian dan pengabdian dengan program berdampak positif.

Sedangkan Dr Muchlas MT dalam sambutan antara lain mengatakan, program MBKM di UAD tahun 2021 dinilai pemerintah, dalam hal ini Kemendikbud   dinilai sukses. “Program MBKM di UAD mendapat apresiasi dari pemerintah dinilai sukses,” katanya.

Konsep MBKM di UAD menggarap hilirisasi, penelitian dan pengabdian yang memberi dampak positif serta manfaat, baik pemerintah maupun masyarakat. Dampak itu, manfaat sosial dan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

Sementara itu, Anton Yudhana menegaskan, seminar nasional diselenggarakan LPPM UAD fokus bicara kebijakan pemerintah penguatan MBKM sebagai bekal menyongsong Indonesia Emas tahun 2045, implementasi penelitian berbasis penerapan teknologi tepat guna dalam program MBKM. Selain itu, iplementasi pengabdian berbasis sustainability dalam program MBKM. (Jay)

BERITA REKOMENDASI