Doktor dalam Ilmu Pendidikan Bahasa Indonesia Ternyata Masih Sangat Minim

JAKARTA, KRJOGJA.com – Jumlah doktor dalam ilmu Pendidikan Bahasa Indonesia ternyata masih sangat minim. Demikian diungkapkan Rektor Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA Prof. Dr. Gunawan Suryoputro., M.Hum usai menerima Surat Keputusan Menteri Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 494/E/O/2021 tentang izin pembukaan Program studi Doktor Pendidikan Bahasa Indonesia yang diserahkan langsung oleh ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III Prof. Dr. Agus Setyo Budi, M.Sc kepada Rektor Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA Prof. Dr. Gunawan Suryoputro., M.Hum didampingi oleh Badan Pembina Harian Uhamka di Kampus Uhamka Jakarta,Rabu (24/11 2021).

“Alhamdulillah, kami Uhamka sudah lama menunggu kabar baik ini dan kebetulan bertepatan dengan Milad Uhamka ke-64 tentu menjadi kado istimewa bagi kami sebagai universitas pertama di DKI Jakarta yang memiliki Program Studi Doktor Pendidikan Bahasa Indonesia,” ujar Rektor Uhamka Prof. Dr. Gunawan Suryoputro ketika dikonfirmasi KRJOGJA.com.

Pihaknya siap menjalankan amanah pemerintah ini melalui Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Kampusnya memiliki komitmen pada mutu pendidikan untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kecerdasan spiritual, intelektual, emosional, dan sosial untuk mewujudkan peradaban berkemajuan, visi kami sebagai kampus yang mewujudkan propethic teaching university membawa kami untuk terus berinovasi dan bergerak maju menyesuaikan diri dengan zaman.

BERITA REKOMENDASI