Doktor Harga Tanah Ini Lulus dari UNS

SOLO, KRJOGJA.com – Aksesibilitas menjadi faktor paling signifikan berpengaruh terhadap harga tanah perumahan di Kabupaten Sleman.

"Jadi waktu tepuh lebih berpengaruh terhadap kenaikan harga tanah," jelas Suparmono, dosen Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN Yogyakarta usai meraih gelar doktor ilmu ekonomi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Kamis (7/9/2017).

Dengan begitu harga tanah tidak lagi dipengaruhi teori lokasi. Tapi waktu tempuh dari kawasan perumahan ke pusat kota  lebih mempengaruhi harga tanah. Orang kota tidak peduli dengan jauhnya jarak, tapi waktu tempuh cepat lebih disukai. "Jadi mereka tidak mau dekat kota tapi macet. Mereka lebih memilih jauh, namun menuju kota waktu tempuhnya cepat," jelasnya.

Dalam desertasinya Dr Suparmono berhasil mematahkan teori lokasi yang sudah dipakai sejak 1827. Sekarang teori lokasi tidak lagi jarak, tapi waktu tempuh. Waktu tempuh menentukan harga tanah. Dulu beli tanah mikirnya jarak. Sekarang tidak lagi jarak, namun waktu tempuh. Faktor waktu tempuh mampu menaikkan harga tanah di kabupaten Sleman sampai 60 persen.

Menurutnya, waktu tempuh sangat dipengaruhi terhadap akses jalan, ketersediaan transportasi serta tingkat kemacetan. Lokasi perumahan yang menjadi obyek penelitian hanya mengalami kemacetan pada wakti tertentu yakni jam 06.00-07.00 dan 16.00-18.00.

Fasilitas lebar jalan utama di dekat lokasi tanah perumahan juga memiliki pengaruh besar menentukan harga tanah. Karena itu  Dr Suparmono merekomendasikan agar jalan jalan di kompleks perumahan dibuat lebar. Dalam ujian terbuka di gedung pasca sarjana ia lulus sangat memuaskan dengan IP 3,88.(Qom)

UNS

BERITA REKOMENDASI