Dosen Harus jadi Guru Besar

SEMARANG (KRjogja.com)- Direktur Karir dan Kompetensi SDM Kemenristekdikti Prof Dr Bunyamin Maftuh MPd MA dosen diharapkan mau meniliti karir sampai jenjang tertinggi yaitu guru besar atau profesor dan berkontribusi pada jurnal-jurnal ilmiah internasional sehingga ketertinggalan jumlah publikasi internasional Indonesia terhadap negara tetangga bisa diperkecil..

Hal tersebut disampaikan Prof Bunyamin Maftuh pada acara Dilog Interaktif Tentang Karir Dosen yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), di kampus setempat. Pada dialog yang dibuka Rektor Unimus Prof Dr Masrukhi MPd dan moderator Dr Haerudin MT (dosen FEB Unimus) ini, Prof Bunyamin sangat menyemangati agar dosen tidak hanya sebagai pengajar saja tetapi juga sebagai ilmuwan yang salah satu tugasnya meneliti dan mempublikasikan karya ilmiahnya di kancah internasional.

"Salah satu ciri utama ilmuwan yaitu menghasilkan karya tulis ilmiah berupa hasil penelitian dan jurnal ilmiah nasional dan internasional. Ini memang pekerjaan berat bagi dosen dan tidak mudah, tetapi wajib bagi dosen. Bahkan ada dosen yang seakan menyerah tidak mau mengurus naik pangkat jabatan fungsional menjadi guru besar karena kewajiban publikasi ilmiah di jurnal internasional" ujar Prof Bunyamin.

Lebih lanjut menurut Prof Bunyamin, dengan tekad dan semangat dosen di bidang penulisan jurnal ilmiah internasional ditunjang dengan perundangan yang mewajibkan kenaikan pangkat menjadi guru besar untuk menulis jurnal ilmiah internasional serta mahasiswa tingkat doktoral juga wajib maka diharapkan tidak terlalu lama Indonesia bisa mengejar ketertinggalan jumlah jurnal ilmiah internasional dari negara tetangga yang jumlah penduduknya jauh lebih sedikit tetapi karya ilmiahnya jauh lebih banyak. (Sgi)

 

BERITA REKOMENDASI