Dosen UAD Punya Cara Siasati Anak Gemar Main Gadget

SLEMAN, KRJOGJA.com – Orangtua belakangan cukup kesulitan mengatasi ketergantungan anak pada gadget. Masa yang berubah cepat dengan masuknya teknologi di berbagai lini kehidupan tak bisa dibendung yang mendatangkan konsekuensi penyesuaian diri termasuk untuk dunia pendidikan. 

Sistem pembelajaran online mulai diterapkan khususnya di Yogyakarta namun masih terbatas pada relasi guru dan murid saja, belum melibatkan orangtua. Hal ini yang kadang masih membuat kebingungan para orangtua untuk mengikuti laju sistem. 

Dosen Prodi Teknik Informatika Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Drs Wahyu Pujiono MKom, Bambang Robi’in ST MT dan Dosen PGSD UAD Siwi Purwanti SPd MPd mencoba mengurai permasalahan tersebut dengan membuat sistem bernama belajar.sigawe.com. Sistem yang berbasis website tersebut melibatkan relasi menarik antara guru, murid dan orangtua untuk menunjang pembelajaran online. 

“Ujicoba penerapannya sudah kami lakukan dalam kegiatan bertajuk Seminar dan Pelatihan Pemanfaatan Sistem Pembelajaran Online untuk Guru, Orang Tua, dan Siswa SD Muhammadiyah Condongcatur , Rabu-Sabtu (17-20/7/2019) kemarin dan hasilnya cukup signifikan,” ungkap Wahyu Pujiono ketika berbincang dengan wartawan Selasa (23/7/2019). 

Siwi Purwanti menambahkan, saat ini penggunaan gadget tak lagi bisa dibendung namun orangtua sangat mungkin mengarahkan anak ke kegiatan positif saat berselancar di depan layar ponsel ataupun laptop. “Kita buat sistem pembelajaran online di portal belajar.sigawe.com ini di mana siswa bisa belajar dan orangtua juga bisa memantau, ikut serta agar tahu apa yang dikerjakan putra-putrinya. Harapannya penggunaan gadget bisa terarah ke hal positif,” sambung dia. 

Dalam sosialisasi di SD Muhammadiyah Condongcatur misalnya, mulai diperkenalkan materi untuk IPA dan Agama kelas 4. Muncul komunikasi atraktif pula antara guru, murid dan orangtua melalui forum diskusi yang ada di dalamnya. 

“Saat ini memang masih terbatas, namun kami akan terus kembangkan agar sistem ini bisa menjadi wadah untuk berbagi materi dari banyak sekolah. Orangtua dalam hal ini bisa lebih tenang ketika putra-putrinya mengakses gadget,” sambung dia. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI