Dosen UGM Ciptakan INA Shunt

SOLO (KRjogja.com) – Tindakan operasi penderita hidrosefalus di tanah air kini tidak harus menggunakan produk impor, setelah Dr dr Paulus Sudiharto SpBS(K), ahli bedah syaraf RSUP Dr Sardjito Yogyakarta melahirkan inovasi sistem katup celah semilunar yang diberi nama INA Shunt. Produk INA Shunt selain harganya terjangkau juga mampu mengurangi tingkat resiko perawatan pasien hidrosefalus.

Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Harteknas) ke 21 yang dipusatkan di Solo, dijadikan momentum peluncuran INA Shunt. Inovasi di bidang kesehatan yang sudah mengantongi hak paten dari Ditjen HAKI Kemenkumham merupakan sebuah selang yang memiliki katup celah berbentuk semilunar dan diantaranya terdapat tonjolan antiselip.

"Katup semilunar terpasang pada sistem pompa dan selang kateter yang berfungsi mengalirkan cairan otak penderita hidrosefalus yang berlebihan," jelas staf pengajar Fakultas Kedokteran UGM dr Paulus Sudiharto yang didampingi ahli bedah syaraf dr Hendro Basuki dalam jumpa pers di Hotel Sunan Solo, Selasa (09/08/2016).

Keunggulan sistem katup semilunar yakni berfungsi untuk mencegah cairan masuk kembali ke dalam rongga kepala dan mengatur aliran, sehingga tidak banyak terpengaruh aktivitas pasien. Adapun tonjolan antiselip untuk mengantisipasi bahaya selang kateter terhisap ke dalam rongga otak yang bisa menyebabkan kematian.

Menurut dr Paulus Sudiharto, sejak 1979/1980 hingga sekarang sudah menggunakan 9-10 ribu INA Shunt di RS Sardjito, RS Panti Rapih, RS Bathesda dan yang lainnya. Jumlah ini diakui belum begitu banyak. Sebagai pembanding di AS setiap tahun memasang kepada 2 pasien. Yang pasti inovasi INA Shunt ini memberikan harapan kepada masyarakat di Indonesia.(Qom)

UGM

BERITA REKOMENDASI